Gencatan Senjata Israel–Lebanon Berpotensi Berlaku Pekan Ini
Kepulan asap di Tirus, Lebanon selatan, menyusul serangan Israel yang menyasar target-target Hizbullah-(foto by Reuters)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar- Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon berpotensi mulai berlaku dalam pekan ini. Perkembangan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat untuk meredakan ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.
Laporan Financial Times mengutip pejabat Lebanon menyebutkan bahwa gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah kemungkinan diberlakukan setelah pasukan darat Israel menyelesaikan penguasaan kota strategis Bint Jbeil di Lebanon selatan.
Seorang pejabat Lebanon mengungkapkan bahwa durasi gencatan senjata nantinya dapat bergantung pada perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika regional masih menjadi faktor utama dalam menentukan stabilitas di lapangan.
Gencatan senjata tersebut diperkirakan hanya mencakup penghentian serangan militer Israel, tanpa disertai penarikan pasukan dari wilayah Lebanon. Selain itu, kesepakatan ini disebut tidak secara langsung menjadi bagian dari perundingan damai antara Washington dan Teheran.
“Ini bukan sesuatu yang kami minta dan bukan bagian dari negosiasi damai dengan Iran, tetapi presiden akan menyambut baik berakhirnya permusuhan di Lebanon sebagai bagian dari kesepakatan damai antara Israel dan Lebanon,” kata seorang pejabat senior AS seperti dikutip laporan tersebut.
Kronologi Eskalasi Konflik
Eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah dimulai pada 2 Maret, ketika kelompok tersebut kembali meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel di tengah kampanye militer gabungan AS-Israel terhadap Iran.
Sebagai respons, Israel melancarkan serangan besar-besaran ke berbagai wilayah di Lebanon, termasuk kawasan selatan, Lembah Bekaa, hingga pinggiran Beirut. Situasi semakin memanas ketika pada 16 Maret, militer Israel secara resmi mengumumkan dimulainya operasi darat di Lebanon selatan.
Setelah pengumuman gencatan senjata selama dua pekan antara Iran dan Amerika Serikat pekan lalu, Hizbullah sempat menghentikan serangan terhadap Israel. Namun, ketenangan tersebut tidak berlangsung lama.
Pada 9 April, kelompok itu kembali melanjutkan operasi tempur setelah Israel melancarkan serangan besar ke Beirut serta sejumlah kota di Lebanon selatan sehari sebelumnya.
Meski peluang gencatan senjata mulai terlihat, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa stabilitas masih sangat rapuh. Ketergantungan pada dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor krusial yang dapat memengaruhi keberlangsungan kesepakatan ini.
Pengamat menilai, tanpa kesepakatan yang lebih luas di tingkat regional, gencatan senjata ini berisiko hanya menjadi jeda sementara dalam konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
