Israel Tegaskan Tak Terlibat Negosiasi AS-Iran, Tetap Serang Hizbullah

Serangan Israel hancurkan infrastruktur Lebanon - (foto by Anadolu)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar -Israel menegaskan tidak terlibat dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Di saat yang sama, Tel Aviv memastikan akan terus melanjutkan operasi militernya di Lebanon hingga Hizbullah dibubarkan sepenuhnya.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menegaskan bahwa negaranya bukan bagian dari proses negosiasi yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.

"Israel tidak menjadi bagian dari perundingan dengan Iran atas pilihan kami sendiri," kata Smotrich dalam wawancara dengan Radio Angkatan Darat Israel dikutip dari Antara, Selasa (23/6).

Ia kembali menegaskan posisi pemerintah Israel terkait pembicaraan tersebut.

"Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran sama sekali tidak menyangkut kami," katanya.

Menurut Smotrich, militer Israel akan tetap beroperasi di wilayah Lebanon dan tidak akan meninggalkan zona keamanan yang saat ini dikuasainya, termasuk kawasan strategis Kastel Beaufort. Kebijakan itu akan tetap berlaku selama Hizbullah masih eksis.

Ia menekankan bahwa tujuan Israel tidak hanya melucuti persenjataan Hizbullah, tetapi juga menghapus pengaruh kelompok tersebut dari struktur politik Lebanon.

"Kami tak hanya ingin Hizbullah kehilangan senjatanya, tetapi juga dibubarkan sepenuhnya, tidak menjadi bagian dari pemerintahan Lebanon, dan tidak memiliki kekuatan militer yang mengancam Israel," katanya.

Pernyataan Smotrich muncul di tengah perdebatan yang berkembang di kalangan politik dan keamanan Israel terkait nota kesepahaman (MoU) perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Sejumlah pihak menilai kesepakatan tersebut berpotensi memengaruhi dinamika konflik di Lebanon.

Israel dan Lebanon sendiri dijadwalkan menggelar putaran kelima perundingan langsung di Washington pada Selasa. Pembicaraan yang dimulai sejak April itu menjadi bagian dari upaya mencari jalan keluar atas konflik berkepanjangan di wilayah Lebanon.

Laporan i24News menyebut sejumlah pejabat Israel mengkhawatirkan kemungkinan kesepakatan AS-Iran yang dinilai dapat memperkuat pengaruh Iran beserta sekutunya di kawasan Timur Tengah.

Di dalam negeri Israel, kritik terhadap pendekatan Amerika Serikat dalam berunding dengan Iran dan Hizbullah juga terus menguat.

Sementara itu, data resmi pemerintah Lebanon mencatat serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 4.100 orang dan menyebabkan lebih dari 12.000 lainnya mengalami luka-luka.

Hingga kini, Israel masih mempertahankan kehadiran militernya di sejumlah wilayah Lebanon selatan, termasuk kawasan yang telah diduduki selama puluhan tahun serta area yang dikuasai dalam konflik 2023-2024.

Sumber: Anadolu/Antara