Serangan Bandara Riyadh Tewaskan 3 Orang, WNI Diminta Waspada
Api melalap pesawat di kompleks Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi - (foto by Social Media via REUTERS/Social Media)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Pemerintah Indonesia mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Imbauan ini disampaikan setelah serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan sebuah pesawat Saudia Airlines dilaporkan menewaskan tiga orang.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh meminta seluruh WNI menghindari lokasi rawan dan membatasi perjalanan yang tidak mendesak.
“KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menghindari daerah-daerah yang berpotensi menjadi titik kerawanan, dan membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial,” demikian pernyataan KBRI Riyadh melalui akun Instagram resminya pada Jumat (9/10).
Dalam imbauan keamanan tertanggal 9 Oktober, KBRI Riyadh juga meminta WNI tetap berada di tempat yang aman dan mengikuti petunjuk keselamatan dari otoritas setempat.
WNI di Arab Saudi diharapkan terus memantau perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan KBRI Riyadh.
Bagi WNI yang menghadapi keadaan darurat, layanan nomor 911 dapat dihubungi jika berada di Riyadh, Mekkah, Madinah, dan Provinsi Timur. Sementara itu, WNI yang berada di wilayah Arab Saudi lainnya dapat menghubungi nomor 998.
WNI yang membutuhkan bantuan konsuler juga dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di nomor +966-56-917-3990.
Menurut laporan Xinhua, otoritas Arab Saudi pada Rabu (7/10) melaporkan tiga orang tewas dan 36 lainnya terluka dalam serangan terbaru yang dikaitkan dengan kelompok Houthi terhadap dua bandara di Arab Saudi.
Dalam laporan terpisah, Arab Saudi menyebut tiga warganya tewas akibat dua serangan pada Kamis yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan sebuah pesawat Saudia Airlines.
Sumber: Anadolu/ Xinhua/Antara
