Dua WNI Korban Serangan Bandara Riyadh Dipastikan Pulih

Serangan yang menargetkan Bandar Udara Internasional King Khalid di Riyadh, Sabtu (10/10) menewaskan 12 orang - (foto by Antara/ Xinhua)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar -  Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia memastikan dua warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban dalam insiden serangan di Bandara Internasional Raja Khalid, Riyadh, Arab Saudi.

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah. Ia membeberkan bahwa pihak Kemlu Arab Saudi telah memberikan laporan resmi terkait dua WNI yang mengalami luka ringan akibat peristiwa tersebut.

“Keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama, 11 Oktober 2026,” kata Heni merespons wartawan melalui pernyataan tertulis, sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (13/10).

Berdasarkan data kementerian, kedua korban teridentifikasi dengan inisial RM (45) dan ET (32). Mereka merupakan warga Indonesia yang mengantongi izin tinggal tetap di Arab Saudi.

“Mereka bukan jamaah umrah,” tambahnya.

Kendati tidak membeberkan secara detail mengenai rincian cedera yang dialami, Heni mengonfirmasi bahwa kedua korban sempat mendapat perawatan medis di RS Sulaiman Habib, Riyadh.

Guna mengantisipasi dampak susulan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh telah bergerak cepat dengan menjalin koordinasi bersama otoritas lokal serta korps diplomatik setempat. Langkah ini diambil untuk memantau situasi keamanan sekaligus memastikan keselamatan seluruh warga Indonesia di sana.

Selain itu, pihak KBRI Riyadh juga berkolaborasi dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang bertugas di sejumlah rumah sakit di Riyadh, serta menjalin komunikasi dengan komunitas WNI yang bekerja di lingkungan Bandara Internasional Raja Khalid.

Bantuan logistik dan pendampingan juga telah disalurkan kepada tiga pekerja migran Indonesia (PMI) yang sempat terlantar akibat gangguan jadwal penerbangan di bandara tersebut pascaserangan.

Sebagai informasi, fasilitas Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh menjadi target gempuran beruntun dari kelompok Ansar Allah (Houthi) asal Yaman dalam beberapa hari terakhir. Serangan tersebut menghantam dua terminal penumpang hingga memicu kobaran api cukup besar.

Mengutip laporan Sputnik, Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi merilis data bahwa gempuran pada 10 Oktober merenggut 12 korban jiwa dan melukai 309 orang. Adapun serangan lanjutan pada 11 Oktober menyebabkan satu orang tewas serta 11 lainnya luka-luka.

Hingga saat ini, catatan Kemlu Arab Saudi menunjukkan ada sekitar 581.000 WNI yang berdomisili di Arab Saudi. Jumlah tersebut mencakup 351.070 pemegang izin tinggal resmi (iqamah) serta 229.350 WNI berkategori pengunjung atau peziarah.


.