Hamas Sambut Desakan Trump Soal Hentikan Serangan di Gaza
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump - (foto by Sputnik)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kelompok perjuangan Palestina, Hamas, merespons positif sikap tegas Presiden AS Donald Trump yang meminta pemerintah Israel untuk segera menyetop gempuran militer ke wilayah Jalur Gaza.
Hamas menilai langkah tersebut menjadi angin segar dalam menahan laju eskalasi militer di wilayah pertikaian.
Juru Bicara Hamas, Hazem Qassem, menegaskan pihak AS perlu mengambil peran lebih besar untuk memastikan negosiasi tak melenceng dari peta jalan damai.
"Hamas menyambut baik pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang menyerukan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Gaza. Hal ini menegaskan komitmen Presiden Trump terhadap gencatan senjata," ujar Hazem Qassem, Senin.
Tak sekadar menuntut penghentian agresi, Qassem menambahkan bahwa pihak Washington mendesak Israel agar patuh mematuhi implementasi poin perjanjian lanjutan.
"Hamas juga menyerukan Trump untuk "menekan Israel dan mewajibkan melaksanakan kesepakatan yang telah dicapai terkait tahap kedua dari rencana tersebut," imbuh Qassem.
Sikap Trump ini mencuat di tengah mandeknya transisi diplomasi pasca penandatanganan kesepakatan damai pada Oktober 2025 di Sharm el-Sheikh, Mesir. Meski kerangka kerja utama seperti gencatan senjata, pertukaran tawanan, akses logistik bantuan, hingga penarikan bertahap tentara Israel telah disetujui bersama mediasi Qatar, Turki, Mesir, dan AS, hambatan besar masih terjadi di lapangan.
Syarat utama Israel yakni menuntut pembubaran persenjataan (pelucutan) Hamas secara penuh sebelum menarik unit militer tambahan dari Gaza.
Sementara sikap tegas Hamas: Menuntut penghentian serangan total, penarikan tentara Israel dari area kunci, serta pembukaan jalur bantuan kemanusiaan tanpa syarat sebelum melangkah ke tahap berikutnya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ Antara
