Gempa M 7,1 Potensi Tsunami Guncang Jepang, KBRI: WNI Aman
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - KBRI Tokyo mengimbau WNI di Jepang tetap tenang dan waspada setelah gempa magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto. Lebih dari 50 orang dilaporkan terluka.
Kumamoto, KBRI Tokyo, WNI di Jepang, gempa Jepang hari ini, Jepang tsunami
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa sore memicu respons cepat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo. Seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak diminta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan resmi dari otoritas Jepang.
Hingga beberapa saat setelah gempa terjadi sekitar pukul 16.35 waktu setempat, KBRI Tokyo menyatakan belum menerima laporan adanya WNI yang menjadi korban jiwa akibat bencana tersebut.
"Kepada seluruh warga Indonesia di wilayah Prefektur Kumamoto agar tetap tenang dan waspada. Utamakan keselamatan diri dan keluarga serta terus memantau informasi resmi perkembangan situasi melalui Japan Meteorological Agency (JMA)," kata Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula.Selain mengutamakan keselamatan, WNI juga diminta memastikan telepon seluler tetap aktif serta menghemat penggunaan baterai agar mudah dihubungi jika diperlukan dalam proses koordinasi keadaan darurat.
"KBRI Tokyo terus memantau kondisi warga Indonesia yang terdampak dengan bekerja sama dan berkomunikasi dengan segenap komunitas WNI di Kumamoto dan sekitarnya. Koordinasi dengan otoritas Jepang terkait khususnya di wilayah Prefektur Kumamoto juga terus dilakukan," ujar Muhammad.
Sementara itu, otoritas Prefektur Kumamoto melaporkan lebih dari 50 orang mengalami luka-luka akibat rangkaian gempa yang mengguncang wilayah Pulau Kyushu. Informasi tersebut disampaikan media penyiaran NHK mengutip laporan pemerintah setempat.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat gempa berkekuatan magnitudo 7,1 tersebut sempat memicu peringatan ancaman tsunami. Sekitar satu jam kemudian, gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,1 kembali mengguncang wilayah yang sama pada pukul 17.08 waktu setempat dengan pusat gempa berada pada kedalaman dangka
Dampak gempa juga menyebabkan sejumlah bangunan dan infrastruktur mengalami kerusakan. Sekitar 10 penghuni panti jompo di Kota Hikawa dilaporkan mengalami luka-luka. Selain itu, beberapa insiden kebakaran turut dilaporkan terjadi di sejumlah titik.
Meski demikian, otoritas Jepang memastikan operasional pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di sekitar Prefektur Kumamoto tidak mengalami gangguan maupun kerusakan akibat gempa tersebut.
"Sebagai respons cepat pascagempa, Pemerintah Jepang telah mendirikan pusat koordinasi dan operasional pelayanan darurat (crisis center) di Kantor Perdana Menteri."
Pemerintah Jepang terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi serta mengoordinasikan penanganan darurat untuk memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.
