Qatar Jadi Mediator, AS dan Iran Lanjutkan Kontak Diplomatik
Ilustrasi - (foto by freepik)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih berlanjut. Qatar menyebut Washington dan Teheran tetap melakukan pertukaran pesan di tengah proses mediasi yang melibatkan sejumlah negara.
Direktur Media dan Komunikasi Kementerian Luar Negeri Qatar, Ibrahim Al-Hashimi, mengatakan komunikasi antara kedua pihak masih berjalan. Kontak tersebut juga dilakukan melalui sejumlah kunjungan pejabat, termasuk kedatangan Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni ke Doha.
“Kontak dan kunjungan terus berlangsung dengan tujuan mencapai kemajuan yang dapat menjadi landasan antara Washington dan Teheran,” kata Al-Hashimi saat konferensi pers pada Selasa.
Menurut Al-Hashimi, Qatar terus menjalankan peran sebagai penghubung dalam proses diplomasi tersebut. Ia menegaskan bahwa upaya mediasi belum dihentikan dan masih diarahkan untuk membuka jalan menuju pembahasan yang lebih luas.
Dia menegaskan proses mediasi antara kedua pihak “terus berlangsung dan tidak berhenti”.
Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan pembicaraan yang berlangsung tidak hanya berfokus pada satu isu. Upaya diplomatik tersebut mencakup berbagai persoalan yang menjadi perhatian Washington maupun Teheran dengan harapan dapat menghasilkan dasar bagi pembahasan berikutnya.
“Pembicaraan terus berlangsung, terjadi pertukaran pesan antara Washington dan Teheran, dan Qatar menjadi mediator antara kedua pihak,” ujar Al-Hashimi.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan diplomatik dalam mencari penyelesaian konflik. Menurutnya, penyelesaian membutuhkan keterlibatan dan upaya maksimal dari berbagai pihak agar kekhawatiran masing-masing pihak dapat diperhitungkan dalam proses perundingan.
Dia mengatakan penyelesaian konflik membutuhkan “upaya terbaik” melalui solusi yang dirundingkan dengan mempertimbangkan kekhawatiran seluruh pihak.
Qatar dalam proses ini bekerja bersama Pakistan sebagai mediator antara pemerintah Amerika Serikat dan Iran. Konflik tersebut disebut bermula pada akhir Februari 2026.
Sebelumnya, kesepakatan awal yang dicapai pada Juni sempat diharapkan dapat meredakan situasi. Namun, kesepakatan tersebut belum berhasil menghentikan pertempuran yang berlangsung antara kedua pihak.
Sumber: Anadolu
