GCC Rapat Darurat Bahas Serangan Houthi, 8 Nelayan Yaman Tewas

Ilustrasi - (foto by Reuters)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Eskalasi konflik di kawasan Teluk kian memanas. Angkatan Bersenjata negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) menggelar pertemuan luar biasa di Riyadh, Arab Saudi, guna memperketat koordinasi militer setelah intensitas serangan kelompok Houthi Yaman ke wilayah Arab Saudi terus meningkat.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA), rapat mendadak yang diinisiasi oleh Komite Operasi dan Pelatihan Angkatan Bersenjata GCC tersebut berlangsung di markas Sekretariat Jenderal GCC pada Rabu (21/10).

"Pertemuan luar biasa ini diselenggarakan untuk membahas penguatan kerja sama serta koordinasi antarangkatan bersenjata anggota Teluk," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan UEA.

Kendati demikian, pihak kementerian maupun Sekretariat Jenderal GCC yang beranggotakan Arab Saudi, UEA, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Oman belum merinci daftar pejabat yang hadir maupun merilis keputusan resmi hasil dari pertemuan tersebut.

Sebelum rapat darurat ini digelar, Sekretaris Jenderal GCC Jasem Mohamed Albudaiwi menyuarakan desakan tegas kepada masyarakat global saat menutup pertemuan tingkat menteri di Manama.

Albudaiwi menyerukan perlunya tindakan internasional yang “efektif” terhadap kelompok Houthi guna meredam konflik yang kian meluas.

Sementara itu dari pihak Yaman, kelompok Houthi mengklaim bahwa menggeliatnya serangan udara dan rudal dari koalisi pimpinan Arab Saudi dalam 24 jam terakhir telah memicu jatuhnya korban jiwa dari warga sipil.

Kelompok Houthi Yaman menyatakan bahwa delapan nelayan tewas ketika pasukan Arab Saudi melancarkan 93 serangan udara dan rudal di delapan provinsi Yaman selama 24 jam terakhir.

Kelompok tersebut menambahkan, gempuran terbaru ini melonjakkan akumulasi gempuran militer Arab Saudi sejak eskalasi belakangan ini pecah. Total serangan udara maupun tembakan rudal yang diarahkan ke kawasan Yaman kini dilaporkan telah menyentuh angka 2.793 serangan.

Sumber: Antara