Putaran Ketiga Perundingan Nuklir, Iran Kirim Sinyal Keras ke AS
Bendera Iran dan Bendera AS - (foto Rifki)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Upaya diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat kembali memasuki fase krusial. Menjelang putaran ketiga perundingan nuklir yang digelar di Jenewa, pemerintah Teheran mengajukan proposal baru kepada Washington sebagai bentuk uji “keseriusan” komitmen diplomatik.
Menurut laporan kantor berita resmi Islamic Republic News Agency, draf tersebut telah diserahkan kepada pihak Amerika Serikat melalui mediasi Oman. Pertemuan dijadwalkan berlangsung di Kedutaan Besar Oman di Jenewa, Swiss.
IRNA menegaskan bahwa penolakan terhadap proposal tersebut akan memperkuat dugaan bahwa Amerika Serikat tidak sepenuhnya Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, tiba di Jenewa pada Rabu malam bersama wakilnya, Majid Takht-Ravanchi, serta tim ahli di bidang nuklir, hukum, dan ekonomi.
Setibanya di Swiss, Araghchi langsung menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al-Busaidi. Pertemuan tersebut membahas garis besar negosiasi dan substansi proposal yang akan diajukan dalam perundingan.
Dalam pernyataannya, Araghchi menekankan bahwa keberhasilan dialog sangat bergantung pada keseriusan semua pihak dan perlunya menghindari sikap kontradiktif selama proses berlangsung.
Kementerian Luar Negeri Oman menyebut bahwa kedua diplomat telah meninjau proposal yang disiapkan delegasi Iran. Draf tersebut disusun berdasarkan prinsip-prinsip panduan yang disepakati dalam perundingan sebelumnya pada 17 Februari lalu.
Di sisi lain, delegasi Amerika Serikat yang dipimpin oleh Steve Witkoff juga tiba di Jenewa dan melakukan pertemuan terpisah dengan Menlu Oman.
Sebelum bertolak ke Swiss, Araghchi menyebut putaran ketiga ini sebagai “kesempatan bersejarah” untuk mencapai kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menegaskan Iran tetap berkomitmen untuk melanjutkan pembicaraan demi tercapainya kesepakatan yang adil dalam waktu sesingkat mungkin.
Perundingan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Amerika Serikat dilaporkan memperkuat kehadiran militernya di Teluk Persia, sementara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menggelar latihan militer skala besar.
Meski demikian, kedua pihak sebelumnya menilai hasil pertemuan terakhir cukup positif karena berhasil menyepakati sejumlah prinsip dasar sebagai fondasi negosiasi lanjutan.
Putaran ketiga perundingan di Jenewa kini dipandang sebagai momentum penting yang dapat menentukan arah baru hubungan Iran dan Amerika Serikat, sekaligus masa depan kesepakatan nuklir yang selama ini menjadi perhatian dunia internasional.
Sumber: Anadolu/ Antara
