Lionel Messi - (foto by @afaseleccion/instagram)

"BERAPA mi skor? Weee, jalanan sepi. Mungkin orang-orang pada nonton Messi," ujar seorang ibu di Makassar.

Boleh jadi. Pencinta bola seluruh dunia memang menantikan penampilan Lionel Messi di ajang Piala Dunia FIFA 2026. Mereka rindu atraksi sang mega bintang yang bakal mencatatkan rekor dirinya dalam sejarah sepak bola. Tampil enam kali dalam Piala Dunia yang berbeda.

Messi pun menjawab kerinduan itu. Tiga gol kemenangan Argentina lawan Aljazair, Rabu (17/6/2026) diborong Messi. Ketiga gol itu semuanya spektakuler. 

Itulah hattrick pertama di Piala Dunia 2026, sekaligus hattrick pertama Messi dalam ajang Piala Dunia. Messi tercatat sebagai pemain tertua yang cetak hattrick di Piala Dunia. Ia melakukannya di usia 38 tahun dan 357 hari. 

Dia memang fenomenal. Banyak yang menduga inilah piala dunia terakhir baginya. Tetapi melihat penampilan perdananya itu, bukan tidak mungkin ia masih akan menari di lapangan pada piala dunia berikutnya.

Sebelum tampil di Arrowhead Stadium di kota Arkansas City, kotanya Presiden AS Bill Clinton, Messi dikabarkan didera kelelahan otot saat melawan Inter Miami. Itulah yang membuat orang cemas sekaligus rindu akan kehadirannya.

Bagaimana pun sang maestro tetap menjadi jantung La Albiceleate. Betul, ketika Sang Kapten Argentina itu ditarik keluar setelah mencetak tiga gol, permainan Argentina memang terlihat dan terasa berubah. Aljazair lebih leluasa menekan dan mengurung pemain Argentina di daerah pertahanannya.

“Saya terus merasa baik dan menjalani semuanya hari demi hari,” ungkap Messi menjelang pertandingan. “Kesempatan untuk bermain, mendapatkan ritme, dan secara bertahap merasa lebih baik terjadi secara alami.”

Manajer Argentina, Lionel Scaloni, cepat menepis kekhawatiran apa pun mengenai kesiapan bintangnya: "Seluruh dunia ingin melihatnya di lapangan, melihatnya bermain karena apa yang telah ia ciptakan secara global. Dia terlihat bagus, dan dia akan selalu menjadi pemain fundamental bagi kami."

Dalam sesi latihan sebelum Argentina tampil perdana, Messi "terciduk" kamera memegang termos dan cangkir di tangan kirinya. Itu termos berisi 'Yerba Mate', minuman herbal tradisional yang populer di Argentina.

Yerba Mate adalah minuman herbal tradisional asal Amerika Selatan, khususnya Argentina. Dibuat dari seduhan daun kering tanaman Ilex paraguariensis, minuman ini mengandung kafein dan kaya antioksidan. 

Di Argentina, mate menjadi simbol kebersamaan dan identitas budaya yang sangat populer. Keunikan minuman ini pada cara penyajian dan ritualnya.

Menggunakan wadah khusus berupa cangkir atau labu kecil yang disebut mate atau calabash. Kemudian ada sedotan logam yang memiliki saringan di bagian ujung bawahnya untuk menyaring daun mate agar tidak ikut terminum. 

Tradisi minum mate mungkin sama dengan tradisi minum teh di Jepang. Ada ritual sosial. Air panas (sekitar 65-80°C) dituang secara berkala ke dalam wadah dan biasanya diminum bergantian dengan teman atau keluarga dalam satu lingkaran.

Bukan sekadar itu. Manfaatnya dipercaya dapat meningkatkan energi secara stabil, melancarkan metabolisme, dan kaya akan vitamin.

Argentina memulai Piala Dunia 2026 dengan permainan mengesankan sebagai tim juara. Kalau nanti Messi bisa membawa Argentina mempertahankan titel juara yang diraih di Qatar 2022, maka Tim Tango bakal jadi tim ketiga back to back kampiun, setelah Italia dan Brasil.

Kalaupun karier piala dunianya berkahir,  Messi tetaplah bintang yang menyinari dunia sepak bola sejagat raya. La Pulga, julukannya, bukan hanya menghipnotis penonton di stadion. Kita pun yang menyaksikan aksinya di layar televisi, nun jauh di negeri yang timnasnya belum bisa tampil di Piala Dunia. Hikss... 

(AS, dari berbagai sumber)