Timnas U-17 Putri TC di Pusat Sepak Bola Legendaris Perancis
Timnas U-17 Putri TC di Pusat Sepak Bola Legendaris Perancis - (foto by PSSI)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - PSSI secara melepas skuad Tim
Nasional U-17 Putri Indonesia ke Perancis pada Minggu (3/5 lalu), untuk
menjalani Pemusatan Latihan di bawah komando pelatih Timo Scheunemann.
Garuda Pertiwi Muda pemusatan latihan (training camp)
intensif selama satu pekan di pusat sepak bola legendaris dunia,
Clairefontaine.
Clairefontaine, atau nama resminya Le Centre Technique
National Fernand Sastre, bukan sekadar tempat latihan biasa.
Akademi ini dianggap sebagai "Kawah Candradimuka"
bagi sepak bola Prancis dan salah satu akademi paling elit di dunia.
Clairefontaine memiliki reputasi luar biasa dalam mendeteksi
dan mengasah bakat sejak usia dini (biasanya usia 13–15 tahun).
Banyak pemain yang kemudian menjadi bintang global merupakan
lulusan asli tempat ini, di antaranya Thierry Henry, Nicolas Anelka, Blaise
Matuidi, hingga Kylian Mbappé.
Program strategis ini merupakan implementasi dari kolaborasi
erat antara PSSI dan Federasi Sepak Bola Perancis (FFF).
Kerja sama ini dirancang untuk memberikan paparan sepak bola
tingkat elit serta kurikulum pelatihan modern bagi talenta muda Indonesia di fasilitas
yang telah melahirkan deretan bintang dunia tersebut.
Selama berada di Clairefontaine, para pemain tidak hanya
akan fokus pada pendalaman teknis, tetapi juga dijadwalkan melakoni serangkaian
uji tanding.
Selain itu, mereka akan melakukan observasi langsung
terhadap sistem pembinaan pemain muda Perancis yang dikenal sebagai salah satu
yang terbaik secara global.
Pelatih Timo Scheunemann menegaskan bahwa momentum ini
sangat langka bagi perkembangan anak asuhnya.
"Kami ingin para pemain menyerap sebanyak mungkin ilmu,
kedisiplinan, dan mentalitas profesional dari lingkungan sepak bola terbaik
dunia," ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum PSSI Erick Thohir
menyampaikan apresiasi mendalam kepada FFF atas keterbukaan mereka dalam
mendukung pengembangan sepak bola wanita Indonesia.
Erick menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari
cetak biru transformasi sepak bola putri tanah air.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Federasi Sepak
Bola Perancis atas dukungan serta kesempatan bagi pemain muda Indonesia untuk
belajar langsung di lingkungan kelas dunia," ujar Erick Thohir di Jakarta,
Minggu (3/5).
Lebih lanjut, Erick menambahkan bahwa pengiriman pemain ke
luar negeri adalah komitmen jangka panjang federasi untuk menaikkan standar
kualitas fisik, taktik, dan mental pemain agar mampu bersaing secara kompetitif
di level internasional.
Ke depan, PSSI berencana untuk terus membuka peluang bagi Timnas
Putri berbagai kelompok umur untuk menimba ilmu di Eropa dan negara maju
lainnya guna mengejar ketertinggalan prestasi.
