CAS Ringankan Sanksi 7 Pemain Skandal Naturalisasi Malaysia
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pengadilan Arbitrase Olahraga
(CAS) meringankan sanksi terhadap tujuh pemain terkait kasus pemalsuan dokumen
naturalisasi Timnas Malaysia.
Dalam putusannya, CAS menetapkan para pemain tersebut hanya
akan menjalani larangan bermain selama 12 bulan, bukan larangan dari seluruh
aktivitas sepak bola.
Dalam pernyataan resminya pada Kamis (6/3), CAS menyebut
bahwa pelanggaran pemalsuan dokumen kelayakan tetap terbukti, tetapi hukuman
yang dijatuhkan dianggap cukup bila hanya berupa larangan tampil.
“Setelah mempertimbangkan bukti yang ada, panel CAS
menemukan bahwa pelanggaran berupa pemalsuan dokumen kelayakan memang terbukti
dan larangan bermain selama 12 bulan merupakan sanksi yang wajar serta
proporsional bagi para pemain, mengingat keterlibatan mereka dalam tindakan
tersebut,” demikian pernyataan CAS.
“Namun, sesuai dengan
Pasal 22 FDC, panel memutuskan bahwa larangan tersebut hanya berlaku untuk
pertandingan resmi dan bukan untuk seluruh aktivitas terkait sepak bola.
Artinya, para pemain tetap dapat kembali berlatih bersama klub masing-masing
selama masa sanksi berlangsung,” lanjut pernyataan itu.
Sebelumnya, pada September tahun lalu, FIFA menjatuhkan
hukuman larangan 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola kepada tujuh pemain
tersebut setelah menemukan adanya pemalsuan dokumen naturalisasi.
Ketujuh pemain tersebut yakni Facundo Garces (Deportivo
Alaves), Gabriel Arrocha (Unionistas de Salamanca), Rodrigo Holgado (America de
Cali), Imanol Machuca (Velez Sarsfield), serta tiga pemain Johor Darul Ta'zim
yaitu Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Meski meringankan hukuman bagi para pemain, CAS
tidak mengubah denda yang dijatuhkan FIFA sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar
Rp7,61 miliar) kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
