FIFA: Piala Dunia Tak Akan Ditunda Akibat Konflik Timur Tengah
Trofi Piala Dunia - (foto by @fifaworldcup/instagram)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kepala Operasional (COO) Piala
Dunia 2026, Heimo Schirgi menegaskan bahwa turnamen edisi kali ini kemungkinan
tidak akan ditunda meskipun situasi geopolitik global tengah memanas akibat
konflik di Timur Tengah.
“Pada dasarnya kami menanganinya hari demi hari dan pada
waktunya kami akan memiliki resolusi. Dan, Piala Dunia akan tetap berlangsung,
bukan? Piala Dunia terlalu besar dan kami berharap semua orang yang sudah lolos
kualifikasi dapat berpartisipasi,” kata Schirgi, Selasa (10/3), dikutip dari AP
News.
Schirgi menjelaskan bahwa pihak penyelenggara terus memantau
perkembangan situasi global sambil bekerja sama dengan mitra federal serta
lembaga internasional untuk mengevaluasi kondisi terkini.
Namun hingga saat ini, menurut Schirgi belum ada alasan kuat
yang dapat memicu penundaan turnamen empat tahunan tersebut.
Dia juga mengungkapkan bahwa FIFA masih terus menjalin
komunikasi dengan Federasi Sepak Bola Iran guna memperoleh informasi terbaru terkait
situasi yang berkembang.
"Bila saya memiliki bola kristal, saya bisa memberi
tahu Anda sekarang apa yang akan terjadi, tetapi jelas situasinya sekarang
terus berkembang,” ujar Schirgi.
Meski begitu, Schirgi tidak membeberkan secara rinci hasil
pembicaraan tersebut. Dia berharap seluruh negara yang telah memastikan diri
lolos ke putaran final, termasuk Iran, dapat berpartisipasi tanpa hambatan.
Menurutnya, di tengah kondisi dunia yang penuh ketegangan,
Piala Dunia justru bisa menjadi momen untuk menyatukan berbagai bangsa.
“Mengingat keadaan dunia terkini, turnamen ini menjadi
kesempatan besar untuk menyatukan semua orang,” kata Schirgi.
Dia menambahkan bahwa Piala Dunia selalu memiliki daya tarik
global yang mampu menyatukan berbagai negara dan budaya. Hal itu sudah terlihat
pada penyelenggaraan turnamen sebelumnya di berbagai negara.
“Bagi Anda yang belum pernah menyaksikan Piala Dunia, ini
menjadi momen istimewa karena benar-benar bersifat global dan bisa menyatukan
semua orang. Kita sudah menyaksikannya di Qatar, Rusia, dan di mana-mana.
Orang-orang kagum betapa internasionalnya seluruh acara ini,” ujarnya.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga
19 Juli. Turnamen ini akan menjadi edisi pertama yang diikuti oleh 48 negara
dari enam konfederasi berbeda.
Selain itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Piala Dunia
akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Meksiko,
dan Kanada.
