Piala Dunia 2026: Menanti Pemecah Rekor Keramat Pele dan Messi
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Sepak bola selalu punya cara
sendiri untuk merawat ingatan kita. Di setiap sudut kedai kopi atau obrolan
santai di pelataran stadion, nama-nama besar seperti Pele dan Lionel Messi
tidak pernah benar-benar beranjak dari bibir para pencinta bola.
Mereka bukan sekadar pemenang; mereka adalah standar
kesempurnaan.
Jika kita menengok lembaran sejarah Piala Dunia, ada sebuah
angka keramat yang kini menjadi puncak tertinggi pencapaian individual: 21
keterlibatan gol.
Angka magis ini digenggam bersama oleh Sang Raja dari
Brasil, Pele, dan Sang Messiah dari Argentina, Lionel Messi.
Gaya mereka berdansa di lapangan mungkin berbeda generasi,
namun efektivitas mereka di depan gawang sama-sama mematikan.
Pelé memahat warisannya lewat torehan 12 gol dan 9 assist.
Sementara Messi, yang melengkapi dongeng indahnya di Qatar, mengoleksi 13 gol
dan 8 assist.
Di belakang kedua raksasa ini, membayang nama-nama pemburu
ulung lainnya seperti Miroslav Klose dan Ronaldo Luis Nazario dengan 19
keterlibatan gol, serta bomber legendaris Jerman, Gerd Müller, dengan catatan
18 kontribusi gol.
Membicarakan Pele juga berarti mengenang kemegahan Piala
Dunia Meksiko 1970. Kala itu, ia terlibat dalam 10 gol yang mengantar Seleção
mengangkat trofi paling bergengsi ke langit Amerika Tengah.
Catatan impresif itu bak benteng tinggi yang sangat sukar
ditembus. Bertahun-tahun setelahnya, hanya ada dua nama yang mampu menyamai
kedahsyatan tersebut dalam satu edisi turnamen: Diego Maradona di Meksiko 1986,
dan Kylian Mbappé di Qatar 2022.
Namun, jika bicara soal konsistensi dan panjangnya napas
karier, Lionel Messi berdiri di panggungnya sendiri.
Pemain berjuluk La Pulga ini mengukir tinta emas sebagai
satu-satunya pesepak bola yang mampu mengirimkan umpan matang berbuah gol
(assist) di lima edisi Piala Dunia yang berbeda.
Sebuah rekor yang menegaskan bahwa ia bukan cuma pencetak
gol ulung, tapi juga seorang kreator permainan yang abadi.
Pesaing terdekatnya? Nama-nama besar seperti Pelé, Grzegorz
Lato, Diego Maradona, hingga legenda Inggris David Beckham, hanya mampu
mencatatkan assist di tiga edisi berbeda.
Rekor-rekor mewah tersebut kini menjadi latar belakang yang
sempurna saat dunia bersiap menyambut hajatan sepak bola terbesar yang sudah di
depan mata. Mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026, lembaran baru Piala Dunia akan
resmi dibuka.
Edisi kali ini bukan sekadar turnamen biasa, melainkan
sebuah megaproyek sepak bola yang memecahkan berbagai rekor baru.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, turnamen ini akan
digelar secara simultan di tiga negara raksasa Amerika Utara: Kanada, Meksiko,
dan Amerika Serikat.
Tidak ada lagi format klasik 32 negara. Kali ini, 48 tim
nasional dari berbagai belahan dunia akan bertarung memperebutkan takhta juara,
terbagi ke dalam 12 grup yang kompetitif.
Dengan total pertandingan yang membengkak, atmosfer sepak
bola akan membakar 16 kota dari pesisir Vancouver di Kanada, kemegahan Stadion
Azteca di Meksiko, hingga partai puncak yang akan digulirkan di New York New
Jersey, Amerika Serikat.
Stadion Azteca di Mexico City bahkan mencetak sejarah
tersendiri dengan terpilih sebagai lokasi laga pembuka pada 11 Juni 2026,
menjadikannya stadion pertama yang menggelar tiga laga pembuka Piala Dunia
(1970, 1986, dan 2026).
