Skandal Pengaturan Skor Piala AFF 2026 Seret Pemain Timnas Laos

Ilustrasi - (int)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pemain Timnas Laos, Soukphachan Lueanthala, dilaporkan ditangkap terkait dugaan pengaturan pertandingan pada ASEAN Championship atau Piala AFF 2026.

Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan penyuapan, perjudian ilegal, dan manipulasi hasil pertandingan.

Mengutip laporan The Guardian, Kamis (8/10), Lueanthala ditangkap setelah Federasi Sepak Bola Laos (LFF) menyerahkan kasus dugaan pengaturan pertandingan kepada kepolisian.

Winger tersebut diduga terlibat dalam operasi yang dijalankan sindikat perjudian yang diyakini berasal dari Vietnam.

Penangkapan itu disebut berlangsung setelah sejumlah pemain Laos menjalani pemeriksaan polisi seusai menghadapi Myanmar pada pertandingan terakhir fase grup, awal Agustus lalu.

Lueanthala diduga berperan mengarahkan pemain lain sekaligus menjadi penghubung bagi pihak-pihak yang terlibat dalam operasi tersebut.

Meski demikian, penangkapan Lueanthala belum dikonfirmasi secara resmi oleh LFF maupun kepolisian Laos. Menurut laporan tersebut, pemain itu saat ini disebut berada dalam tahanan.

Kasus ini mencuat di tengah buruknya hasil Laos pada Piala AFF 2026. Mereka mengalami kekalahan telak dalam empat pertandingan, yakni 2-7 dari Myanmar, 0-5 dari Thailand, 0-4 dari Malaysia, dan 1-4 dari Filipina.

LFF sebelumnya mengonfirmasi telah membuka penyelidikan pada 7 Agustus sebelum melaporkan dugaan penyuapan, perjudian ilegal, dan manipulasi pertandingan kepada kepolisian.

Dugaan tersebut kembali menyoroti persoalan pengaturan pertandingan dalam sepak bola Laos.

Pada 2020, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas seumur hidup kepada Thipphonexay Inthavongsa setelah dinyatakan bersalah terlibat dalam upaya manipulasi pertandingan internasional Laos melawan Hong Kong pada 2017.

Sejumlah sumber yang memahami sepak bola Laos menyebut praktik pengaturan pertandingan telah berlangsung lama.

Kondisi finansial pemain dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat mereka rentan terlibat dalam praktik ilegal tersebut.

Seorang sumber mengungkapkan, hingga tahun lalu, pemain Laos yang memperkuat tim nasional hanya menerima bayaran harian sebesar 10 dolar AS.

Sumber yang sama juga mengklaim seorang pemain pernah mengaku mengatur tiga pertandingan dengan imbalan masing-masing 10.000 dolar AS.

Namun, klaim tersebut tidak disertai identitas pemain maupun rincian pertandingan yang dimaksud dalam laporan tersebut.

Praktik pengaturan pertandingan dinilai turut menghambat perkembangan sepak bola Laos, meskipun negara tersebut disebut memiliki sejumlah pemain berbakat.

“Ada begitu banyak bakat,” ujar sumber tersebut.

Sumber: ANTARA