Dayung Buka Peluang Medali di Enam Final Asian Games 2026
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Tim dayung Indonesia menghadapi
hari penentuan pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Kamis (24/9), dengan
menurunkan wakil pada enam nomor Final A sekaligus di Nagaragawa International
Regatta Course, Kaizu, Gifu.
Keenam nomor itu adalah men's double sculls, men's pair,
women's single sculls, lightweight men's double sculls, men's quadruple sculls,
dan men's four, sementara dua nomor putri lainnya, women's four dan women's
pair, tampil di Final B.
Jadwal dimulai pagi hari ketika Febrian/La Memo turun pada
final men's double sculls pukul 07.00 WIB, disusul Ferdiansyah/Asuhan Pattiiha
pada men's pair pukul 08.20 WIB.
Siangnya giliran Mutiara Rahma Putri tampil sendirian di
women's single sculls pukul 12.10 WIB, sebelum sorotan utama tertuju pada Ali
Mardiansyah/Rafiq Wijdan Yasir yang berlaga di lightweight men's double sculls
pukul 13.30 WIB.
Program hari itu ditutup dua final beruntun menjelang sore:
men's quadruple sculls pukul 14.30 WIB dan men's four pukul 14.50 WIB.
Ali/Rafiq membawa modal paling kuat di antara wakil
Indonesia. Keduanya meraih perak pada Kejuaraan Dunia Dayung 2025 di Shanghai
dengan catatan waktu 6 menit 47,40 detik — medali pertama Indonesia dari
kejuaraan dunia dayung — meski tetap kalah dari pasangan China Li Yawei/Sun Man
yang finis dengan 6 menit 44,90 detik.
Menurut catatan resmi penyelenggara, pasangan ini melaju ke
final setelah menjadi juara heat dengan waktu 6 menit 11,28 detik pada
penyisihan Rabu.
Peluang lain datang dari Memo/Febrian, yang mengunci tiket
Final A usai menempati peringkat ketiga heat pertama dengan waktu 6 menit 15,26
detik. Bagi Memo, final ini adalah kesempatan kembali ke podium setelah
sebelumnya meraih perunggu men's double sculls pada Asian Games Hangzhou 2022.
Ferdiansyah/Asuhan Pattiiha, yang tampil pada final men's
pair, mengantongi waktu heat 6 menit 32,26 detik untuk finis kedua.
Keduanya berbekal pengalaman panjang di level Asia —
sama-sama bagian dari skuad men's eight Indonesia peraih perunggu Hangzhou
bersama Sulpianto dan Ardi Isadi. Sulpianto dan Ardi Isadi sendiri kini tampil
bersama M Ikbal pada final men's four, setelah mencatat waktu heat 6 menit 11,28
detik untuk finis ketiga.
Sementara itu, kuartet men's quadruple sculls — Kakan
Kusmana, Memo Ihram, Rendi Setia Maulana, dan Febrian Rafiq Wijdan Yasir —
melaju ke final dengan waktu heat 6 menit 45,52 detik, juga finis kedua di heat
masing-masing.
Di nomor putri, Mutiara Rahma Putri menjadi satu-satunya
wakil Indonesia di Final A women's single sculls.
Peraih perunggu Asian Games Hangzhou di lightweight women's
double sculls bersama Chelsea Corputty itu kini harus membuktikan diri
sendirian, setelah sebelumnya juga meraih perak lightweight double sculls dan
perak women's quadruple sculls pada Kejuaraan Asia 2025 bersama Chelsea dan
rekan setimnya.
Dengan enam Final A dalam rentang kurang dari delapan jam,
Kamis menjadi kesempatan terbesar cabang dayung mempersembahkan medali di
Aichi-Nagoya.
Sebagai pembanding, pada Asian Games Hangzhou 2022 dayung
menyumbang tiga medali perunggu Indonesia — dari men's double sculls, men's
eight, dan lightweight women's double sculls.
Hasil dari rangkaian final hari ini akan menentukan apakah
torehan tersebut bisa dilampaui, di tengah upaya kontingen Indonesia yang
hingga pagi Kamis masih memburu medali emas pertamanya di ajang ini setelah
mengumpulkan satu perak dan 12 perunggu.
