Mesir Ajukan Protes ke FIFA, Tuding Wasit Atur Laga

Ilustrasi wasit - (foto by Pixabay.com)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) resmi mengajukan protes keras kepada FIFA dan menuntut penyelidikan menyeluruh terhadap seluruh ofisial pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Langkah ini diambil setelah Mesir merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan wasit saat kalah 2-3 dari Argentina, yang mengakibatkan mereka tersingkir dari kompetisi.

Melalui pernyataan resminya pada Rabu (8/7), Presiden EFA Hany Abou Rida mendesak FIFA menyelidiki wasit utama asal Prancis, Francois Letexier, serta seluruh tim VAR.

EFA menuding adanya kesalahan serius, penerapan standar ganda, hingga tindakan diskriminatif terhadap timnas Mesir. Mereka bahkan meminta FIFA mencoret seluruh kru wasit tersebut dari sisa turnamen.

"Kami menuntut penyelidikan terhadap Francois Letexier setelah kesalahan-kesalahan serius serta penerapan standar ganda yang menyebabkan Mesir kalah dan tersingkir," tulis pernyataan resmi EFA.

Laga tersebut diwarnai dua momen krusial yang memicu kemarahan kubu Mesir, yakni saat Mesir unggul 1-0 di babak kedua, gol Zico dibatalkan VAR karena gelandang Marwan Attia dianggap menginjak kaki bek Argentina, Lisandro Martinez, dalam proses membangun serangan.

Lalu, Mesir mengeklaim Mohamed Salah dilanggar di kotak penalti Argentina pada masa injury time. Wasit mengabaikan insiden tersebut, dan beberapa detik kemudian Argentina melancarkan serangan balik yang menghasilkan gol kemenangan 3-2.

Usai laga, pelatih Mesir Hossam Hassan langsung melontarkan kritik pedas. Ia menilai ada skenario besar untuk meloloskan sang juara bertahan.

"Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia tetap berada di turnamen. Mungkin mereka ingin Messi tetap memiliki peluang melanjutkan perjalanan," ujar Hassan.

Kekecewaan senada disampaikan oleh Mostafa Zico. "Sangat jelas turnamen ini telah diatur," cetusnya.

Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Mesir yang belum pernah sekalipun menembus babak perempat final sepanjang sejarah Piala Dunia.

Sementara itu, Argentina dipastikan melaju ke babak delapan besar untuk menantang Swiss di Kansas City.