Piala Asia 2027 di Arab Saudi Dibayangi Ancaman Keamanan
Trofi Piala Asia - (foto by AFC)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Serangan rudal Houthi ke bandara internasional Riyadh, Arab Saudi, memunculkan kekhawatiran baru terhadap pelaksanaan Piala Asia 2027 di negara itu pada Januari mendatang.
Presiden FIFPRO Asia-Oseania Beau Bush, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (14/10), mengatakan organisasinya turut prihatin atas dampak konflik di kawasan tersebut dan mengakui para pemain mencemaskan turnamen itu.
Ia menekankan bahwa keselamatan pemain, suporter, dan staf harus menjadi prioritas utama dalam perencanaan dan penyelenggaraan Piala Asia.
"Penilaian risiko dilakukan sebelum memanggil semua tim nasional, dan karena situasi keamanan terus berubah, evaluasi tersebut akan sangat penting menjelang Piala Asia," kata Bush.
Kekhawatiran serupa muncul di sejumlah negara Asia. Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) menarik diri dari Piala Dunia FIFAe yang dijadwalkan digelar di Arab Saudi pada akhir Oktober 2026.
"Setelah mengevaluasi secara komprehensif informasi yang tersedia mengenai situasi terkini dan keamanan negara tuan rumah, kami telah memutuskan untuk tidak berpartisipasi," demikian pernyataan JFA.
Timnas Korea Selatan dilaporkan tengah menyiapkan rencana alternatif untuk laga persahabatan yang semula dijadwalkan berlangsung di Timur Tengah pada November 2026.
Pemerintah Korea Selatan pada Minggu (11/10) juga menaikkan peringatan perjalanan untuk seluruh wilayah Arab Saudi ke Level 3, yakni rekomendasi untuk meninggalkan negara tersebut.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan meminta warganya di Arab Saudi keluar kecuali ada alasan mendesak, serta membatalkan atau menunda rencana perjalanan ke sana.
Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menolak berkomentar meski kekhawatiran datang dari berbagai pihak, termasuk para pemain.
AFC telah menggandeng sejumlah sponsor berbasis di Arab Saudi untuk turnamen ini, di antaranya Aramco, Alrajhi Bank, dan NEOM.
Piala Asia 2027 dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 di delapan stadion yang tersebar di Riyadh, Jeddah, dan Al-Khobar.
