12 SSB di Sulsel Korban Dugaan Penipuan Turnamen Mini Soccer U-15
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Sebanyak 12 sekolah sepak bola (SSB) di Sulawesi Selatan menjadi korban dugaan penipuan turnamen mini soccer.
Para peserta sudah membayar uang pendaftaran melalui transfer beberapa hari lalu, namun panitia pelaksana menghilang tanpa kabar tepat pada hari screening pemain, Minggu (4/10).
Mereka tergiur total hadiah Rp15 juta yang tertera pada flyer atau poster turnamen yang beredar di grup-grup WhatsApp.
Saat tiba di Lapangan Mini Soccer Laniang, Tamalanrea, untuk screening pemain, panitia tak kunjung muncul.
Kontak yang selama ini digunakan sudah terhapus dari WhatsApp dan nomor telepon panitia tidak aktif.
Pelatih SSB Viva Soccer Maros, Muh Arby Ansyahni, menyebut ada pola yang sengaja dirancang pelaku.
"Modusnya pengadaan pertandingan mini Soccer U-15 dengan cara memberikan batasan peserta dan juga total hadiah besar," ujarnya kepada CELEBESMEDIA.ID, Minggu sore.
Menurut Arby, total ada 12 tim yang menjadi korban. "Total peserta yang tertipu 12 tim dengan masing-masing kerugian (uang pendaftaran) 500 ribu rupiah per tim," cetusnya. Dengan hitungan tersebut, total kerugian yang dialami para peserta mencapai Rp6 juta.
Arby mengungkapkan, panitia terakhir terpantau aktif pada pukul 12.00 WITA. Sejam kemudian, sesuai jadwal screening pukul 13.00 WITA, kontak panitia langsung hilang.
"Kontak panitia sebelum hapus WA 0895428958635. Tadi terakhir aktif jam 12.00 WITA, begitu jam 13.00 WITA sesuai jadwal untuk screening langsung lost kontak," pungkasnya.
Para korban belum menempuh jalur hukum. "Kami sementara belum melapor ke kantor polisi memilih untuk jalur mediasi terlebih dahulu," tambah Arby.
Pelatih SSB Bintang Terang Pangkep, Syamsul, termasuk yang dirugikan. Ia mengaku mendaftar karena yakin timnya berpeluang juara.
"Awalnya saya tertarik hadianya, uang pendaftarannya sedikit cuma 500 ribu. SSB Bintang Terang punya pemain yang bagus rata-rata mantan pemain Piala Soeratin U-15," katanya.
Syamsul bahkan mendaftarkan dua tim. "Saya buat 2 tim dan yakin kalau ini bisa juara, begitu awalnya," tegasnya.
Ia dan 28 pemainnya datang jauh-jauh dari Pangkep ke Makassar untuk mengikuti screening. "Saya hadir langsung d lokasi dengan membawa 28 pemain dari dua tim," tutupnya.
Berdasarkan flyer yang beredar, turnamen yang disebut disponsori empat perusahaan swasta besar itu dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Lapangan Mini Soccer Laniang, Makassar.
Hingga berita ini dimuat, pihak panitia belum dapat dihubungi oleh tim redaksi.
