10 Fakta Menarik Perempat Final Piala Dunia 2026
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Piala Dunia 2026 memasuki babak
perempat final dengan menyisakan delapan tim terbaik yang masih berpeluang
mengangkat trofi juara di Stadion New Jersey pada 19 Juli mendatang.
Dari 48 negara peserta, Argentina, Belgia, Inggris, Prancis,
Maroko, Norwegia, Spanyol, dan Swiss sukses bertahan hingga fase delapan besar.
Berikut Fakta Menarik Perempatfinal Piala Dunia 2026:
1. Empat tim mengulang pencapaian 2022
Argentina, Inggris, Prancis, dan Maroko kembali menembus
perempat final setelah juga melakukannya pada Piala Dunia 2022. Dari keempat
tim tersebut, hanya Inggris yang gagal melangkah ke semifinal pada edisi sebelumnya
setelah disingkirkan Prancis.
Argentina dan Prancis yang menjadi finalis di Qatar juga
masih berada di jalur berbeda sehingga berpeluang kembali bertemu di final.
Jika terwujud, itu akan menjadi final dengan peserta yang sama dalam dua edisi
beruntun, pertama sejak Argentina dan Jerman Barat bertemu pada final Piala
Dunia 1986 dan 1990.
2. Empat negara masih mengejar gelar perdana
Dari delapan tim tersisa, hanya Argentina, Prancis, Inggris,
dan Spanyol yang pernah merasakan gelar juara dunia. Argentina mengoleksi tiga
trofi, Prancis dua, sedangkan Inggris dan Spanyol masing-masing satu.
Sementara itu, Belgia, Maroko, Swiss, dan Norwegia masih
memburu gelar pertama mereka. Turnamen kali ini pun berpeluang melahirkan juara
baru untuk pertama kalinya sejak Spanyol menjadi kampiun pada 2010.
3. Norwegia mencetak sejarah
Norwegia menjadi satu-satunya tim yang untuk pertama kalinya
mencapai perempat final Piala Dunia. Dipimpin Erling Haaland, tim Skandinavia
itu mencatat sejarah setelah menyingkirkan Brasil di babak 16 besar.
Sebaliknya, Inggris yang akan menjadi lawan mereka merupakan
tim dengan pengalaman perempat final terbanyak di antara delapan peserta yang
tersisa dengan 10 penampilan.
4. Maroko kembali ukir sejarah Afrika
Maroko kembali menunjukkan konsistensinya di level
tertinggi. Setelah menjadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal pada
Piala Dunia 2022, Singa Atlas kini menjadi negara Afrika pertama yang mampu
lolos ke perempat final dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun.
5. Eropa mendominasi delapan besar
Babak perempat final didominasi enam wakil Eropa, yakni
Belgia, Inggris, Prancis, Norwegia, Spanyol, dan Swiss. Dua tempat lainnya
ditempati Argentina sebagai wakil Amerika Selatan serta Maroko dari Afrika.
Komposisi tersebut menyamai edisi Rusia 2018 dan lebih banyak satu wakil Eropa
dibandingkan Piala Dunia 2022.
6. Juara grup masih mendominasi
Enam dari delapan tim yang lolos merupakan juara grup, yakni
Swiss, Belgia, Spanyol, Prancis, Argentina, dan Inggris. Sementara Maroko dan
Norwegia melaju sebagai runner-up grup. Tak ada satu pun tim peringkat ketiga
terbaik yang berhasil bertahan hingga babak perempat final.
7. Prancis tampil paling konsisten
Prancis menjadi satu-satunya tim yang memenangi seluruh lima
pertandingan mereka di waktu normal. Argentina juga mengoleksi lima kemenangan,
tetapi sempat membutuhkan perpanjangan waktu saat mengalahkan Tanjung Verde di
babak 32 besar.
8. Spanyol belum kebobolan
Selain tampil impresif di lini depan, Spanyol juga menjadi
tim dengan pertahanan terbaik. La Roja belum kebobolan satu gol pun dalam lima
pertandingan. Catatan itu menjadi yang pertama sejak Italia melakukannya hingga
babak yang sama pada Piala Dunia 1990.
9. Prancis dan Argentina paling produktif
Di sektor serangan, Prancis dan Argentina sama-sama telah
mencetak 14 gol, terbanyak di antara seluruh perempat finalis. Belgia menyusul
dengan 13 gol, disusul Norwegia (12), Inggris (11), Maroko (10), serta Spanyol
dan Swiss yang masing-masing mengoleksi sembilan gol.
10. Persaingan Sepatu Emas semakin sengit
Perburuan gelar top skor juga semakin terbuka menjelang
perempat final. Lionel Messi memimpin daftar pencetak gol sementara dengan
delapan gol. Kylian Mbappe dan Erling Haaland membuntuti dengan tujuh gol,
sedangkan Harry Kane telah mengoleksi enam gol.
Di belakang mereka, Jude Bellingham dan Ousmane Dembele
masing-masing mencetak empat gol, sementara Ismael Saibari dan Johan Manzambi
mengoleksi tiga gol.
Sumber: FIFA
