Kedubes Iran Semprot AS Soal Isu Pencoretan dari Piala Dunia
Trofi Piala Dunia - (foto by FIFA)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kedutaan Besar Iran di Italia menuding Amerika Serikat tengah mengalami "kebangkrutan moral" terkait munculnya usulan untuk menggantikan posisi tim nasional Iran dengan Italia di Piala Dunia 2026.
Pernyataan resmi ini dikeluarkan Kedutaan Iran pada Kamis (24/4), merespons manuver diplomatik yang mencoba mengecualikan Teheran dari turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Pihak kedutaan menegaskan bahwa sepak bola merupakan ranah publik yang tidak boleh diintervensi oleh kepentingan politik. Mereka menilai upaya penjegalan terhadap timnas Iran merupakan bentuk ketakutan politik yang tidak berdasar.
"Sepak bola adalah milik rakyat, bukan politisi. Upaya untuk mengecualikan Iran hanya menunjukkan 'kebangkrutan moral' Amerika Serikat, yang bahkan takut akan kehadiran 11 pemain muda Iran di lapangan," tulis pernyataan resmi kedutaan.
Kedutaan juga menambahkan bahwa kesuksesan Italia di dunia sepak bola selama ini diraih melalui prestasi di lapangan, bukan melalui "keuntungan politik" atau jalur pintas diplomatik.
Senada dengan keberatan Iran, Presiden Komite Olimpiade Italia, Luciano Buonfiglio, turut mengecam wacana tersebut.
Ia menyebut laporan mengenai penggantian posisi tersebut sebagai hal yang "menyinggung" nilai-nilai olahraga. Menurutnya, hak untuk berkompetisi di Piala Dunia harus diraih secara sportif melalui kualifikasi.
Sebagai informasi, Italia dipastikan gagal melaju ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut setelah menderita kekalahan dari Bosnia dan Herzegovina pada 31 Maret lalu.
Wacana penggantian ini pertama kali mencuat setelah utusan khusus AS untuk kemitraan global, Paolo Zampolli, mengusulkan kepada Financial Times agar posisi Iran diberikan kepada Italia. Langkah ini disebut-sebut sebagai bagian dari "diplomasi sepak bola" Presiden Donald Trump.
Laporan tersebut mengindikasikan bahwa Gedung Putih berupaya memulihkan hubungan dengan Italia, salah satu sekutu utama NATO, setelah sempat bersitegang terkait isu pangkalan militer dan kritik terbuka Trump terhadap Paus Leo XIV.
Sumber: ANTARA/Sputnik
