Dugaan Pelecehan FPTI, Menpora Ancam Sanksi Seumur Hidup
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir - (foto by Kemenpora.go.id)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, angkat suara terkait dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang terjadi di lingkungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
Dalam keterangannya, Erick menyampaikan empati kepada para atlet yang diduga menjadi korban serta keluarga yang terdampak.
“Para atlet adalah anak-anak bangsa. Mereka berlatih dengan disiplin, berkorban dengan sepenuh hati, dan membawa Merah Putih dengan kebanggaan. Mereka harus dilindungi. Mereka harus merasa aman. Mereka adalah marwah bangsa Indonesia karena mereka pejuang modern di era ini,” kata Erick Thohir, dikutip dari laman resmi Kemenpora, Jumat (27/2).
Ia juga menegaskan keberpihakannya kepada seluruh atlet Indonesia, baik di tingkat nasional maupun daerah. Menurutnya, negara tidak boleh abai terhadap keselamatan dan kenyamanan atlet dalam menjalani pembinaan.
Menpora menegaskan, apabila dalam kasus ini terbukti terjadi pelecehan seksual maupun kekerasan fisik, maka pelaku harus menerima sanksi paling berat berupa sanksi seumur hidup.
“Kalian tidak sendiri. Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk mendengar, membantu, dan melindungi seluruh atlet Indonesia jika ada yang pernah atau bahkan sedang menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual maupun fisik,” tambahnya.
Kasus dugaan pelecehan yang melibatkan pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia berinisial HB masih dalam tahap investigasi.
Jika dalam investigasi ditemukan unsur pidana, termasuk pelanggaran Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, maka proses hukum harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Erick mengimbau agar seluruh induk organisasi cabang olahraga diminta menjadikan perlindungan atlet sebagai prioritas utama. Kemenpora juga membuka ruang pengaduan bagi atlet yang mengalami pelecehan, kekerasan fisik, maupun perundungan.
Langkah tegas ini diharapkan menjadi pesan kuat bahwa dunia olahraga Indonesia harus menjadi ruang yang aman, profesional, dan bermartabat bagi seluruh atlet.
