Indonesia Bertekad Akhiri Rekor Buruk 53 Tahun Lawan Bulgaria

Pemain Timnas Indonesia merayakan gol Ole Romeny ke gawang Saint Kitts - (foto by KitaGaruda)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Timnas Indonesia mengusung misi besar saat menjamu Bulgaria dalam laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (30/3) malam.

Selain memperebutkan trofi, Skuad Garuda bertekad menghapus catatan kelam sejarah pertemuan kedua negara yang telah bertahan selama 53 tahun.

Secara historis, Indonesia tercatat belum pernah memetik kemenangan atas tim dari semenanjung Balkan tersebut.

Pertemuan resmi terakhir kedua tim terjadi pada tahun 1973, di mana saat itu skuad Merah Putih harus mengakui keunggulan telak Bulgaria dengan skor 0-4.

Pelatih John Herdman menegaskan bahwa statistik masa lalu tidak akan membebani mental anak asuhnya. Sebaliknya, catatan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi skuad "Garuda Baru" untuk mengukir tinta emas di hadapan publik sendiri.

“Bulgaria lebih besar secara fisik, lebih kuat, sangat terorganisir, dan transisinya jauh lebih rapi serta cepat. Karena itu, kami harus memulai pertandingan dengan lebih baik dibanding laga sebelumnya,” kata Herdman dalam sesi jumpa pers.

Ia menyoroti pentingnya 10 hingga 15 menit awal pertandingan agar Indonesia tidak kembali mengalami start lambat.

“Kalau kami memulai dengan lambat seperti saat melawan Saint Kitts, kami bisa dihukum. Melawan tim seperti Bulgaria, kalau mereka unggul lebih dulu, mereka tahu bagaimana menutup pertandingan,” katanya.

Kondisi tim Indonesia saat ini sedang dalam tren positif setelah menyapu bersih kemenangan di laga-laga sebelumnya.

Meskipun tantangan berat menanti dari tim peringkat 87 FIFA tersebut, kehadiran pemain-pemain yang merumput di kompetisi Eropa diharapkan mampu mengimbangi disiplin taktik Bulgaria.

Laga final ini diprediksi akan berlangsung sengit mengingat Bulgaria juga datang dengan modal kemenangan besar di babak semifinal.

Pemenang dari laga ini tidak hanya akan mengangkat trofi FIFA Series 2026, tetapi juga berpeluang besar mendongkrak posisi di peringkat dunia FIFA.