Profil Grup C Piala Dunia 2026: Ujian Berat Selecao

Pemain Timnas Brasil - (foto by FIFA)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Persaingan di babak penyisihan Grup C Piala Dunia 2026 dipastikan sengit. Sang pemilik lima gelar juara dunia, Brasil, dipastikan mendapat tantangan besar dari kekuatan lintas konfederasi yang dihuni oleh Maroko (CAF), Skotlandia (UEFA), dan tim penuh kejutan, Haiti (CONCACAF).

Dalam edisi ke-23 ini, Selecao yang kini berada di bawah komando pelatih top Eropa, Carlo Ancelotti, akan menghadapi ujian dari semifinalis Piala Dunia 2022 Maroko, rival klasik Skotlandia, serta tim kejutan Haiti yang sukses mengakhiri penantian panjang mereka sejak tahun 1974.

Profil Kontestan Grup B

1. Brasil (CONMEBOL)

Sebagai satu-satunya pemilik lima bintang emas di dada (1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002), Brasil harus melalui perjuangan ekstra di zona CONMEBOL yang menggunakan sistem kompetisi penuh liga round-robin.

Selecao akhirnya mengunci tiket putaran final setelah finis di peringkat kelima pada 10 Juni, mengamankan salah satu dari enam kuota kelolosan langsung wilayah Amerika Selatan.

Piala Dunia Terbaik: Juara (1958, 1962, 1970, 1994, 2002)

Total Penampilan: 23 kali

Rekor Pertandingan: Main 114, Menang 76, Seri 19, Kalah 19 (Gol: 237-108)

2. Maroko (CAF)

Skuat Singa Atlas melaju meyakinkan ke putaran final dengan merajai Grup E kualifikasi zona Afrika. Tim asuhan Mohamed Ouahbi ini mengukir sejarah sebagai perwakilan CAF pertama yang menyegel tiket ke Piala Dunia 2026 berkat kemenangan telak 5-0 atas Niger pada 5 September.

Piala Dunia Terbaik: Semifinal (2022)

Total Penampilan: 7 kali (1970, 1986, 1994, 1998, 2018, 2022, 2026)

Rekor Pertandingan: Main 23, Menang 5, Seri 7, Kalah 11 (Gol: 20-27)

3. Skotlandia (UEFA)

Setelah absen selama 28 tahun dari turnamen akbar FIFA, Skotlandia akhirnya berhasil memutus kutukan kelolosan di bawah arahan Steve Clarke.

Kampanye menjanjikan mereka diawali dengan hasil imbang tanpa gol yang penuh determinasi di kandang Denmark, dan ditutup secara dramatis pada 18 November lewat kemenangan kandang 4-2 atas tim Dinamit.

Piala Dunia Terbaik: Babak Grup (1954, 1958, 1974, 1978, 1982, 1986, 1990, 1998)

Total Penampilan: 9 kali

Rekor Pertandingan: Main 23, Menang 4, Seri 7, Kalah 12 (Gol: 25-41)

4. Haiti (CONCACAF)

Skuat berjuluk Les Grenadiers menciptakan dongeng indah di babak kualifikasi zona Amerika Utara dan Tengah. Setelah menavigasi dua putaran awal dan finis sebagai runner-up Grup C di bawah Curaçao pada putaran kedua, tim asuhan Sebastien Migne ini memastikan kembalinya mereka ke panggung dunia untuk pertama kali sejak 1974 berkat kemenangan meyakinkan 2-0 atas Nikaragua.

Piala Dunia Terbaik: Babak Grup (1974)

Total Penampilan: 2 kali (1974, 2026)

Rekor Pertandingan: Main 3, Menang 0, Seri 0, Kalah 3 (Gol: 2-14)

Fakta dan Statistik Menarik Grup C

Penyisihan di Grup C diproyeksikan melahirkan sejumlah catatan sejarah baru bagi masing-masing federasi:

Ambisi Pemutus Paceklik Brasil: Keikutsertaan tahun ini memperpanjang rekor Brasil sebagai satu-satunya negara yang selalu tampil dalam 23 edisi Piala Dunia. Mengincar trofi keenam, Selecao tengah menghadapi periode puasa gelar terlama mereka (sejak 2002) semenjak pertama kali merajai dunia pada 1958.

Torehan Bersejarah Maroko: Kelolosan ke Amerika Utara menandai penampilan ketujuh bagi Maroko di putaran final, sekaligus menjadi momen pertama kalinya Singa Atlas berhasil lolos dalam tiga edisi Piala Dunia secara berturut-turut.

Akhir Paceklik Skotlandia: Skotlandia yang sempat menjadi langganan dengan lolos di enam dari tujuh edisi Piala Dunia, akhirnya berhasil menyudahi masa-masa sulit berupa kegagalan lolos dalam enam edisi beruntun pasca-Prancis 1998.

Kembalinya Dongeng Haiti: Bagi tim kepulauan Karibia ini, menginjakkan kaki di putaran final Piala Dunia 2026 merupakan sebuah heroisme tersendiri setelah mereka absen selama 52 tahun dari turnamen utama FIFA.

Skenario Regulasi Babak 32 Besar

Berdasarkan bagan fase gugur yang dirilis oleh FIFA, tim yang berhasil menyegel status sebagai Juara Grup C akan bertolak ke Houston untuk menghadapi runner-up dari Grup F. Sebaliknya, tim yang harus puas di posisi Runner-up Grup C dijadwalkan terbang ke Mexico City untuk menantang Juara Grup F.

Adapun bagi tim yang finis di peringkat ketiga, peluang lolos masih terbuka melalui kuota delapan tim peringkat ketiga terbaik. Jika skenario itu terjadi, mereka diproyeksikan untuk berhadapan dengan juara dari Grup E, Grup I, atau Grup A, dengan pilihan lokasi pertandingan di Boston, New York, atau Mexico City.