Dari Brasil ke Qatar, Kini Amerika: Kisah Tiga Final Messi
Lionel Messi mengangkat trofi Piala Dunia usai membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail, Qatar - (foto by FIFA)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Lionel Messi kembali berdiri di ambang sejarah. Di usia 39 tahun, kapten Argentina itu hanya tinggal selangkah lagi untuk mengangkat trofi Piala Dunia kedua sekaligus menutup perjalanan internasionalnya dengan pencapaian yang nyaris sempurna.
Final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol akan menjadi final ketiga Messi sepanjang kariernya. Ia menjadi pemain keenam yang berhasil mencapai tiga partai puncak Piala Dunia, menyusul jejak Cafu, Pele, Ronaldo, Lothar Matthaus, dan Pierre Littbarski.
Namun, tidak seperti para pendahulunya, Messi menjadi sosok sentral dalam ketiga perjalanan Argentina menuju final.
Perjalanan pertama terjadi di Piala Dunia 2014 di Brasil. Saat itu Argentina tampil solid hingga mencapai final setelah menyingkirkan Swiss, Belgia, dan Belanda.
Harapan besar bertumpu pada Messi, tetapi La Albiceleste harus mengubur mimpi setelah takluk 0-1 dari Jerman lewat gol Mario Gotze pada babak tambahan.
Kekalahan itu menjadi salah satu momen paling menyakitkan dalam karier sang megabintang.
Delapan tahun berselang, Messi akhirnya menjawab penantian panjang. Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Argentina bangkit setelah kalah mengejutkan dari Arab Saudi di laga pembuka.
Tim asuhan Lionel Scaloni kemudian melaju hingga final dan menghadapi Prancis dalam pertandingan yang dikenang sebagai salah satu final terbaik sepanjang sejarah.
Messi mencetak dua gol, sementara Kylian Mbappe membalas dengan hattrick. Setelah bermain imbang 3-3 hingga perpanjangan waktu, Argentina memastikan gelar juara melalui adu penalti.
Trofi itu menjadi gelar Piala Dunia pertama Messi sekaligus melengkapi koleksi prestasinya di level internasional.
Kini, tantangan baru menanti di Piala Dunia 2026. Argentina kembali melaju ke final setelah melalui jalan berliku.
Mereka mengalahkan Tanjung Verde, bangkit dari ketertinggalan saat menyingkirkan Mesir di babak 16 besar, mengatasi Swiss di perempat final, lalu membalikkan keadaan untuk menundukkan Inggris 2-1 pada semifinal.
Di partai puncak, Argentina akan menghadapi Spanyol, negara yang memiliki tempat istimewa dalam perjalanan karier Messi karena di sanalah namanya melambung bersama Barcelona.
Apa pun hasilnya nanti, Messi telah memastikan namanya tetap berada di jajaran legenda sepak bola dunia.
Namun, kemenangan atas Spanyol akan membuat kisahnya semakin sempurna, mempertahankan gelar juara dunia sekaligus mengakhiri karier Piala Dunia dengan dua trofi dan tiga penampilan di final—sebuah pencapaian yang hanya mampu diraih sedikit pemain sepanjang sejarah.
Sumber: FIFA
