I.League: Penugasan Wasit di Super League Wewenang PSSI
Ilustrasi - (foto by Pixabay)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - I.League menegaskan lewat pernyataan resmi bahwa penugasan wasit dalam seluruh kompetisi resmi di Indonesia sepenuhnya merupakan kewenangan PSSI.
Wasit yang ditugaskan dalam pertandingan bukan menjadi domain atau kewenangan operator kompetisi I.League.
Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan berbagai persepsi yang berkembang di publik terkait peran dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola nasional.
"Sebagai operator kompetisi profesional, I.League memiliki mandat utama untuk mengelola aspek teknis dan operasional kompetisi, termasuk perencanaan jadwal pertandingan, manajemen pertandingan, regulasi kompetisi, serta penyelenggaraan liga secara profesional dan berkelanjutan," bunyi pernyataan I.League di laman resminya, Selasa (23/12).
"Sementara itu, penunjukan, penugasan, evaluasi, dan pembinaan wasit sepenuhnya berada di bawah otoritas PSSI melalui perangkat dan komite yang membidangi perwasitan, sesuai dengan Statuta PSSI dan regulasi yang berlaku," lanjut pernyataan tersebut.
I.League tidak memiliki kewenangan untuk menunjuk, mengganti, ataupun mengatur penugasan wasit dalam pertandingan. Seluruh proses tersebut merupakan tanggung jawab penuh PSSI sebagai induk organisasi sepak bola nasional.
Dalam praktiknya, I.League hanya menjalankan fungsi koordinatif dan administratif, seperti menyampaikan jadwal pertandingan dan kebutuhan operasional kepada PSSI, agar proses penugasan wasit dapat berjalan tepat waktu dan sesuai prosedur.
I.League juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas kompetisi dengan menjalankan peran secara profesional, transparan, dan sesuai dengan batas kewenangan yang telah diatur.
Keberhasilan kompetisi nasional hanya dapat tercapai melalui sinergi yang kuat antara PSSI sebagai regulator, operator kompetisi, klub, perangkat pertandingan, dan seluruh pemangku kepentingan sepak bola Indonesia.
I.League berharap publik dan seluruh pihak dapat memahami pembagian peran yang jelas antara regulator dan operator, sehingga kepercayaan terhadap penyelenggaraan kompetisi sepak bola nasional tetap terjaga.
Salah satu keputusan wasit yang dinilai kontroversial terjadi dalam pertandingan pekan ke-15 lanjutan Super League 2025/26 PSM Makassar vs Malut United.
Dalam laga di Stadion BJ Habibie, Parepare, Minggu (21/12), PSM dihadiahi penalti oleh wasit setelah pemain Malut United, Angulo menarik Rizky Eka di dalam kotak 12 pas pada menit 83.
Yuran Fernandes bersiap menjadi algojo. Namun, Yoko menunda penalti. Setelah cek VAR sekitar 10 menit, wasit asal Sumatra Barat itu menganulir keputusan penalti diberikan kepada PSM.
Usai pertandingan, keputusan Yoko memantik kritikan dari sejumlah pengamat sepak bola. Salah satunya eks pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Greg Nwokolo.
Melalui unggahan Instastory di akun Instagram pribadinya, Greg menilai keputusan wasit sulit diterima secara logika sepak bola.
“Pak Wasit kamu cek apa di VAR 10 menit jelas itu pinalti mulai lawak parah Liga ini aku malu nonton ini,” tulis Greg Nwokolo, Minggu (21/12/2025).
Laga tim Indonesia timur itu pun dimenangi Malut United berkat gol cepat David da Silva pada menit ke-2.
