Spanyol Kawinkan Gelar Juara Piala Dunia Putra dan Putri

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Timnas putra dan putri Spanyol sama-sama menorehkan tinta emas di pentas sepak bola dunia. La Furia Roja mencatat sejarah dengan mengawinkan gelar juara Piala Dunia setelah tim putra dan tim putri sukses menjadi kampiun pada edisi terakhir turnamen paling bergengsi tersebut.

Timnas putra Spanyol memastikan diri sebagai juara Piala Dunia FIFA 2026 usai mengalahkan Argentina 1-0 pada partai final.

Gelar tersebut menjadi trofi Piala Dunia kedua dalam sejarah tim Matador setelah pertama kali meraihnya di Afrika Selatan pada 2010.

Kesuksesan itu melengkapi pencapaian Timnas Putri Spanyol yang lebih dulu menjuarai Piala Dunia Wanita FIFA 2023.

Saat itu, La Roja mengalahkan Inggris dengan skor 1-0 di final melalui gol Olga Carmona untuk merebut gelar dunia pertama mereka di level putri.

Dengan keberhasilan tersebut, Spanyol menjadi salah satu negara yang berhasil menyandingkan gelar juara Piala Dunia putra dan putri.

Prestasi ini sekaligus menegaskan keberhasilan sistem pembinaan sepak bola Spanyol yang dalam beberapa tahun terakhir terus melahirkan talenta berkualitas di berbagai kelompok usia.

Dominasi Spanyol juga terlihat dari konsistensi prestasi mereka di level internasional. Selain dua gelar Piala Dunia, tim putra Spanyol sebelumnya menjuarai Piala Eropa pada 1964, 2008, 2012, dan 2024, serta UEFA Nations League 2023.

Sementara tim putri menambah koleksi trofi melalui gelar UEFA Women's Nations League 2024 setelah sebelumnya menjuarai Piala Dunia Wanita 2023.

Keberhasilan mengawinkan gelar dunia semakin mempertegas posisi Spanyol sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola modern.

Filosofi permainan berbasis penguasaan bola yang dikembangkan selama bertahun-tahun, ditopang regenerasi pemain yang berjalan konsisten, kini membuahkan hasil di level putra maupun putri.

Gelar juara Piala Dunia 2026 pun menjadi penutup sempurna bagi kebangkitan sepak bola Spanyol. Enam belas tahun setelah mengangkat trofi dunia pertamanya di Johannesburg, La Furia Roja kembali berdiri di puncak dunia, sekaligus melengkapi sejarah yang telah lebih dulu ditorehkan tim putri tiga tahun sebelumnya.