Persib Tanpa 2 Pemain Asing dan Pelatih Lawan PSM

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Langkah Persib Bandung untuk mengamankan gelar juara Super League 2025/26 kini menemui jalan terjal yang kian mendaki.

Meskipun saat ini masih kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan 75 poin dari 32 pertandingan, posisi Maung Bandung belum sepenuhnya aman.

Ancaman nyata datang dari Borneo FC yang membayangi di posisi kedua dengan 72 poin, namun masih memiliki tabungan satu pertandingan lebih banyak.

Ujian terberat akan tersaji dalam laga tandang krusial melawan PSM Makassar di Stadion BJ Habibie, Minggu (17/5/2026).

Sayangnya, dalam misi mencuri poin di Parepare tersebut, Persib dipastikan kehilangan dua pilar asing andalannya di lini pertahanan dan tengah akibat hukuman akumulasi kartu kuning.

Kehilangan paling terasa ada pada sosok Federico Barba. Sang kapten sekaligus tembok kokoh di lini belakang tersebut harus absen setelah menerima kartu kuning dalam laga panas melawan Persija Jakarta.

Tanpa Barba, lini pertahanan Persib yang sebelumnya tampil solid dengan hanya kebobolan satu gol di laga terakhir, kini harus mencari formula baru untuk meredam serangan lawan.

Nasib serupa juga dialami oleh Luciano Guaychocea. Pemain yang akrab disapa Lucho ini dipastikan terkena skorsing satu pertandingan setelah mengoleksi empat kartu kuning dalam empat laga berbeda.

Absennya Lucho diprediksi akan sedikit mengurangi kreativitas serangan dari lini tengah Maung Bandung.

Pukulan bagi Persib semakin telak karena mereka juga tidak akan didampingi oleh sang pelatih kepala, Bojan Hodak, di pinggir lapangan.

Pelatih asal Kroasia tersebut kembali harus menjalani hukuman absen setelah mengoleksi enam kartu kuning sepanjang musim ini.

Absennya dua pemain kunci dan nahkoda tim menjadi tantangan besar bagi Persib untuk mempertahankan tren positif di dua laga sisa musim ini.

Setelah menghadapi PSM, Persib dijadwalkan akan menutup musim melawan Persijap Jepara.

Kini, publik sepak bola nasional menantikan taktik darurat seperti apa yang akan diterapkan Persib untuk mengatasi krisis personel ini.

Hasil di Stadion BJ Habibie nanti akan menjadi indikator kuat apakah ambisi Persib untuk mencetak hattrick juara akan tetap terjaga atau justru tergelincir di saat-saat terakhir.