Shilton dan Barthez Rajai Catatan Clean Sheet Piala Dunia

Peter Shilton dan Fabien Barthez - (foto by FIFA - FFF)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Dalam panggung megah Piala Dunia, sorotan kamera sering kali mencuri wajah para striker tajam pengoleksi gol. Namun, sejarah mencatat bahwa fondasi kesuksesan sebuah negara sering kali dibangun dari ketangguhan seorang pria di bawah mistar gawang.

Mengenai seni menjaga kesucian gawang, nama Peter Shilton dan Fabien Barthez berdiri sejajar di puncak singgasana.

Dua kiper ikonik asal Inggris dan Prancis ini memegang rekor sebagai penjaga gawang dengan jumlah pertandingan tanpa kebobolan (clean sheet) terbanyak dalam sejarah Piala Dunia FIFA.

Hebatnya, baik Shilton maupun Barthez sama-sama mengemas 10 clean sheet hanya dalam 17 penampilan di putaran final.

Catatan impresif mereka unggul atas deretan kiper legendaris lainnya yang tertahan di peringkat ketiga dengan koleksi 8 clean sheet, yaitu duo Brasil Emerson Leão dan Cláudio Taffarel, kapten Prancis Hugo Lloris, serta legenda Jerman Barat Sepp Maier.

Kisah ketangguhan Peter Shilton di Piala Dunia dimulai dengan catatan yang sangat masif. Kiper kelahiran Leicester ini mengawali dominasinya dengan membukukan 4 clean sheet pada edisi Spanyol 1982, serta masing-masing 3 clean sheet di Meksiko 1986 dan Italia 1990.

Dalam dua edisi pertamanya, Shilton bahkan sempat mengunci gawang Tiga Singa hingga tidak kebobolan selama 500 menit beruntun.

Catatan fantastis ini merupakan rekor tak kebobolan terpanjang kedua dalam sejarah Piala Dunia. Shilton hanya kalah tipis dari kiper Italia, Walter Zenga, yang menjaga keperawanan gawangnya selama 516 menit pada edisi 1990.

Jika Shilton membangun rekornya lewat konsistensi di tiga edisi, Fabien Barthez mencatatkan namanya lewat ledakan performa legendaris pada Piala Dunia 1998 di rumah sendiri. Ia mencetak 5 clean sheet untuk membantu Les Bleus merengkuh trofi juara dunia pertama mereka.

Sepanjang turnamen 1998, gawang Barthez hanya bisa jebol dua kali—masing-masing melalui sepakan Michael Laudrup (Denmark) di fase grup dan Davor Suker (Kroasia) di semifinal.

Efisiensi ini membawa Prancis mencetak rekor baru sebagai tim juara Piala Dunia dengan jumlah kebobolan paling sedikit sepanjang sejarah.

Rekor kebobolan minimun ini kemudian disamai oleh Gianluigi Buffon bersama Italia pada 2006 dan Iker Casillas bersama Spanyol pada 2010.

Barthez kemudian menggenapi catatan emasnya dengan menambah 1 clean sheet pada edisi Jepang-Korea 2002 dan 4 clean sheet tambahan pada Jerman 2006, saat ia kembali mengantar Prancis hingga ke partai final.

Rekor 10 clean sheet milik Shilton dan Barthez kini telah bertahan selama dua dekade. Namun, rekor ini bersiap menghadapi tantangan baru di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Dengan ekspansi format baru yang melibatkan 48 negara dan total 104 pertandingan, intensitas dan jumlah laga yang dimainkan oleh sebuah tim hingga ke final akan jauh lebih banyak.

Menarik untuk dinantikan apakah kelonggaran jumlah pertandingan di edisi ke-23 nanti akan melahirkan kiper modern yang sanggup meruntuhkan dominasi 10 laga suci milik sang senior.

Sumber: FIFA