Mengenal Claudia Scheunemann, 'Mesin Gol' Timnas Wanita Indonesia

Claudia Scheunemann - (foto by FIFA)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Ratchaburi menjadi saksi sejarah baru bagi Timnas Wanita Indonesia. Untuk pertama kalinya, Garuda Pertiwi menapakkan kaki di panggung FIFA Series, yang mempertemukan talenta-talenta antarbenua dalam satu arena kompetitif.

Di tengah sorot lampu stadion dan ambisi besar tim nasional, terselip satu nama yang tak henti-hentinya mencuri perhatian: Claudia Scheunemann.

Di usianya yang baru menginjak 16 tahun, Claudia bukanlah sekadar "pemain pelengkap". Pemain FC Utrecht Vrouwen ini datang dengan status mentereng sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi Timnas Wanita Indonesia.

Hingga pertandingan terakhir di FIFA Series 2026 (per 15 April 2026), Claudia telah mengoleksi total 9 gol untuk Timnas Wanita Indonesia level senior.

Selain di level senior, Claudia juga sangat produktif di level junior dengan catatan 6 gol untuk Timnas U-20 dan 1 gol untuk Timnas U-17.

Namun, meski menyandang predikat prestisius tersebut di usia remaja, Claudia tetap memijak bumi.

Mengenang kembali perjalanannya, Claudia bercerita betapa cepat segalanya berubah sejak usia 13 tahun.

Dari yang terbiasa berlatih bersama pemain pria, ia tiba-tiba harus mengenakan seragam kebesaran negara di level senior.

"Saat pertama dipanggil timnas, saya sangat kaget," kenang Claudia kepada FIFA. "Momen yang paling saya ingat adalah saat debut langsung menjadi starter dan mencetak gol pertama saya melawan Singapura. Itu sangat berkesan."

Kini, bukan lagi Singapura yang ia hadapi. Di edisi perdana FIFA Series ini, Indonesia harus menguji nyali melawan kekuatan fisik RD Kongo, teknik tuan rumah Thailand, serta tantangan dari Kaledonia Baru.

Khusus untuk laga melawan RD Kongo, Claudia sudah menyiapkan mental ekstra. Baginya, pengalaman merumput di Eropa memberinya perspektif bahwa pemain Afrika memiliki keunggulan fisik yang menantang.

Apa yang membuat Claudia menonjol bukan hanya ketajamannya di depan gawang, melainkan kedewasaan mentalnya.

Di tengah ekspektasi publik yang membumbung tinggi, ia memilih untuk tetap tenang. Ia mengambil inspirasi dari sosok Beckham Putra dalam mengelola tekanan.

"Jika ada yang meragukan, saya cukup mendengarkan dan memberikan jawaban di lapangan," tegasnya. Baginya, tekanan justru menjadi bahan bakar untuk tampil lebih tajam.

Karakter kuat ini tak lepas dari tempaan kariernya di Eropa. Mulai dari disiplin taktik di Jerman bersama Hamburger SV hingga pemahaman struktur permainan di Belanda bersama FC Utrecht, Claudia terus berevolusi menjadi penyerang yang komplit.

Ia menyerap magis dari idolanya, Alex Morgan, serta kreativitas Neymar untuk memastikan sepak bola tetap menjadi permainan yang menyenangkan untuk ditonton.

Langkah Claudia di FIFA Series ini hanyalah satu dari sekian banyak anak tangga yang ingin ia daki. Terinspirasi dari keberanian Marselino Ferdinan yang merantau di usia muda, Claudia memiliki visi jangka panjang yang sangat jelas.

Targetnya bukan sekadar trofi jangka pendek. Ia memimpikan momen di mana Indonesia berdiri sejajar dengan raksasa dunia lainnya.

"Suatu hari, saya ingin berdiri di lapangan Piala Dunia, menyanyikan lagu kebangsaan, dan mencetak gol untuk membuat keluarga serta negara saya bangga," ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Bagi Claudia dan Garuda Pertiwi, FIFA Series adalah pembuktian awal. Bahwa di balik usia yang masih belia, ada semangat yang cukup besar untuk membawa Indonesia terbang ke Piala Dunia Wanita 2031.

Sumber: FIFA