Appi Temui Bahlil, Sinyal Kuat Jelang Musda Golkar Sulsel
Momen Munafri Arifuddin dan Solihin Kalla berfoto bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, di kediamannya di Jakarta, Kamis (17/7/2025) - (foto by Tribun Timur)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dilaporkan berada di Jakarta untuk melakukan komunikasi politik dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel.
Keberangkatan Munafri, yang juga menjabat Ketua Golkar Makassar, disebut berlangsung atas arahan Pelaksana Tugas Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M Said, serta Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Idrus Marham.
Ketua DPD II Golkar Tana Toraja, Victor Datuan Batara, membenarkan agenda tersebut. Ia menyebut pertemuan dengan DPP merupakan bagian dari konsolidasi menjelang pelaksanaan Musda.
“Pak Appi saat ini di Jakarta, dipanggil oleh DPP Golkar,” ujarnya dikutip dari Tribun Timu, Ahad (3/5/2026).
Menurut Victor, intensitas komunikasi antara kader daerah dan elite pusat meningkat seiring mendekatnya Musda. Ia menilai hal ini menandai fase krusial dalam penentuan arah kepemimpinan Golkar Sulsel.
Musda Golkar Sulsel sendiri dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026. Victor menyebut Sulsel akan menjadi penutup rangkaian Musda Golkar secara nasional.
Ia juga mengklaim dukungan terhadap Munafri dari DPD II kabupaten/kota terus menguat. Hingga kini, sedikitnya 21 DPD II disebut telah menyatakan dukungan, dengan potensi tambahan satu dukungan lagi dalam waktu dekat.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah DPD II yang belum menentukan sikap, di antaranya Barru, Parepare, dan Bone.
Victor menilai soliditas dukungan di tingkat DPD II menjadi faktor penting dalam kontestasi Musda. Ia menegaskan komitmen dukungan yang telah diberikan tidak akan berubah, kecuali ada keputusan dari Ketua Umum.
Sementara itu, Muhidin memastikan pelaksanaan Musda akan digelar bulan ini, meski sebelumnya sempat tertunda karena menunggu persetujuan DPP.
Ia menyatakan secara internal Golkar Sulsel telah siap, namun masih akan merampungkan agenda konsolidasi, termasuk pertemuan daerah pemilihan Sulsel II di Soppeng.
Menurut Muhidin, secara nasional pelaksanaan Musda Golkar di daerah lain hampir seluruhnya rampung, menyisakan Sulsel sebagai provinsi terakhir.
Ia menilai tingginya dinamika internal di Sulsel menjadi salah satu alasan penjadwalan tersebut.
“Dinamika tinggi itu hal yang baik, tinggal disatukan agar menghasilkan keputusan bersama,” ujarnya.
Musda Golkar Sulsel sendiri telah bergulir dalam wacana sejak awal 2026, namun belum terlaksana di tengah proses konsolidasi internal partai.
Sumber : Tribun Timur
