Janji Setia Neto: Bertarung demi PSM Tetap di Super League
Aloisio Neto - (foto by Akbar)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Stadion BJ Habibie, Parepare,
mungkin terasa sepi tanpa kehadiran penonton pada Senin (4/5) sore. Namun, bagi
Aloisio Soares Neto, atmosfer sunyi itu justru membuat setiap teriakan
instruksi dan benturan fisik di lapangan terasa lebih intens.
Di tengah ketegangan pekan ke-31 Super League 2025/26, bek
tangguh asal Brasil ini baru saja tuntas mengawal lini belakang PSM saat
membungkam perlawanan sengit Bhayangkara FC.
Bagi Aloisio, kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga
poin di papan klasemen, melainkan sebuah oase di tengah gurun perjuangan yang
melelahkan demi menjaga marwah Pasukan Ramang agar tetap bertahan di kasta
tertinggi.
Usai peluit panjang berbunyi, rona bahagia sekaligus lega
terpancar jelas dari wajah Aloisio. Meski tribun penonton kosong, ia mengaku
tetap merasakan energi dan tanggung jawab besar untuk memberikan yang terbaik
bagi mereka yang mendukung dari rumah.
"Kemenangan ini adalah sesuatu yang luar biasa bagi
kami," ungkap Aloisio dengan nada penuh syukur.
"Secara pribadi, saya sangat berterima kasih atas hasil
hari ini. Ini adalah kado untuk para suporter setia kami, dan tentu saja untuk
kami sendiri di dalam tim yang terus berjuang setiap hari, mulai dari tetesan
keringat di sesi latihan hingga bertarung habis-habisan di pertandingan
tadi."
Pertandingan sore itu memang bukan perkara mudah. Lini
pertahanan PSM dipaksa bekerja ekstra keras menahan gempuran agresif Bhayangkara
FC.
Namun, motivasi untuk tidak membiarkan tim turun kasta
menjadi bahan bakar yang tak ada habisnya bagi pemain bernomor punggung empat
ini.
Bagi Aloisio, tekanan besar yang menghantui sepanjang musim
justru membuat hasil positif di Parepare kali ini terasa sangat emosional.
Ia menyebut bahwa setiap tetes keringat yang keluar
sepanjang musim akhirnya terbayar lewat hasil yang ia labeli sebagai momen
"termanis".
"Saya rasa kami sangat layak menang atas kerja keras
ini. Sepanjang musim, target kami satu: tidak turun ke Liga 2. Itulah mengapa
kemenangan hari ini terasa paling manis bagi saya," tuturnya.
Meski persaingan di papan bawah masih sangat dinamis,
setidaknya sore itu Aloisio bisa bernapas sedikit lebih lega.
Bek berusia 28 tahun itu percaya bahwa tugas besar pekan ini
telah dituntaskan dengan baik oleh seluruh skuad, meski tanpa sorak-sorai
langsung di stadion.
"Kami sudah melakukan tugas kami hari ini. Mungkin tim
lain juga harus melakukan bagian mereka, tapi bagi saya, apa yang kami raih
hari ini sungguh luar biasa," pungkasnya.
