Home > PSM

Appi: Hanya Pemain yang 'Siap Mati' Layak Masuk Line-up

Munafri saat menyemangati pemain PSM di ruang ganti Stadion Kalegowa, Gowa, Senin (6/4) - (foto by Humas Pemkot)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Di sela-sela kesibukannya mengurus tata kelola kota, raut wajah Munafri Arifuddin berubah serius saat topik pembicaraan beralih ke PSM Makassar.

Sebagai Wali Kota yang juga pernah menakhodai klub kebanggaan Sulawesi Selatan ini, pria yang akrab disapa Appi itu tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya melihat posisi Juku Eja yang masih tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara Super League 2025/26.

Baginya, PSM bukan sekadar klub sepak bola, melainkan representasi harga diri masyarakat Makassar. Menatap delapan laga sisa yang akan menjadi penentu napas tim di kasta tertinggi, Appi menitipkan sebuah pesan yang menyentuh sisi fundamental seorang pemain: fighting spirit.

Munafri menekankan bahwa di fase kritis ini, status pertandingan kandang maupun tandang seharusnya tidak menjadi pembeda bagi semangat juang para pemain. Ia merindukan karakter "keras" khas Makassar yang tidak membiarkan lawan bernapas lega.

"Harapan saya pemain tunjukkan fighting spirit yang kuat. Main di depan pendukung sendiri atau di markas lawan, semangatnya harus sama. Kita harus punya keinginan untuk menang yang lebih besar dari lawan," ungkap Appi dengan nada bicara yang penuh penekanan.

Fokus terdekat kini tertuju pada laga pekan ke-27 melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/4) mendatang.

Munafri berharap tim pelatih tidak hanya sekadar bertahan, tetapi berani mengambil risiko dengan strategi yang lebih dominan. Ia ingin melihat pola high pressing yang konsisten sejak peluit pertama dibunyikan.

"Pelatih harus mampu menerapkan pola pressing yang membuat kita mendominasi jalannya permainan. Dari awal laga, tim harus sudah me-press dengan maksimal. Jangan beri ruang bagi lawan untuk berkembang," tambahnya.

Lebih dari sekadar taktik, Munafri mengingatkan bahwa pemilihan pemain di sisa laga ini harus dilakukan dengan sangat selektif.

Appi mendorong tim pelatih untuk menurunkan pemain-pemain yang memiliki mentalitas "siap mati" di lapangan untuk memaksakan kemenangan.

Di mata Munafri, sisa delapan pertandingan ini adalah pembuktian jati diri. Ia ingin memastikan bahwa siapa pun yang mengenakan jersey merah PSM di lapangan adalah mereka yang siap berkorban demi menjauhkan tim dari zona bahaya.

Harapan besar ini kini terpikul di pundak para pemain; mampukah mereka menjawab kegelisahan sang Wali Kota dengan kemenangan di Yogyakarta nanti?