Alex Janji 2-0, Yuran Bilang Insya Allah
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pendiri Group Bosowa Aksa Mahmud seolah tak mengenal lelah menyemangati tim PSM Makassar.
Baru saja tiba di Makassar dari Jakarta, Kamis (16/4/2026), sore harinya ia sudah terlihat duduk di pinggir lapangan Stadion Kalegowa, yang berjarak sekitar 15 kilometer dari rumah atau kantornya, Menara Bosowa di Makassar.
Di temani Manajer Tim PSM Muhammad Nur Fajrin dan Direktur PSM Rafiuddin Razak, Aksa Mahmud mencermati pemain PSM berlatih mengasah ketajaman serangan, menghadapi Borneo FC, Sabtu malam di Parepare.
Aksa pun secara saksama terus mengikuti pergerakan pemain. Sesekali ia berbicara kepada Fajrin. Mengomentari penampilan pemain.
Usai berlatih yang dipimpin asisten pelatih Amiriddin, anak-anak PSM dan pelatih mendatangi dan menyalami Aksa.
"Semangat, menang besok (Sabtu malam-Red)," kata Aksa kepada meteka.
"Menang, dua kosong," kata Alex Tanque merespon Aksa dalam bahasa Indonesia.
Sementara kaptem tim berposisi bek, Yuran Fernandez merespon Aksa dengan bahasa Indonesia mengatakan, "Insya Allah".
"Wah, sudah pintar kamu Bahasa Indonesia," kata Aksa.
Suasana penuh keakraban itu diakhiri dengan makan malam bersama. Bahkan setelah anak-anak PSM susahnpadampulang, Aksa masih tinggal mengobrol dengan manajemen san pelatih PSM.
Saat pertandingan terakhir PSM melawan PSIM Yogyakarta, Aksa pun meluangkan waktu untuk datang menonton di stadion...
Aksa pun menceritakan perasaannya sewaktu menonton pertandingan itu. Katanya, semula ia merasa tegang sewaktu PSM ketinggalan satu gol. Namun ketegangan itu berkurang setelah PSM berhasil menyamakan kedudukan 1-1.
Ya, kalaupun tidak bisa meraih poin penuh karena pertandingan ini digelar di kandamg lawan, ya dapat satu poin pun sudah syukur. Begitu pikir Aksa.
Karena menit-menit berikutnya pertandingan semakin seru, seperti diceritakan, rupanya Aksa terus berdoa agar PSM diselamatkan. Tidak lagi kemasukan.
"Waktu gol kedua PSM itu, saya kira bola tidak masuk. Saya kira bola jatuh di luar gawang. Tetapi karena pemain lari baku buru-buru (selebrasi-red), baru saya sadar kalau gol," katanya.
Rupanya Aksa Mahmud juga tidak sadar kalau pertandingan itu ditambah waktunya 10 menit. "Kalau saya tahu ditambah sepuluh menit, saya kira rasa tegang saya naik lagi. Sepuluh menit itu terasa lama kalau kita sudah menang, mau cepat-cepat pertandingan selesai," katanya sambil tertawa.
