Darije Kalezic Ungkap Kunci Kebangkitan PSM di Bantul
Darije Kalezic - (foto by Akbar)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pelatih kepala PSM Makassar, Darije Kalezic, menilai semangat Ewako, kemauan kuat untuk menang, dan keberanian mengambil inisiatif menjadi faktor penting di balik kemenangan timnya atas PSIM Yogyakarta.
PSM berhasil menaklukkan tuan rumah PSIM dengan skor 2-1 pada pekan ke-5 Super League 2026/27 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (16/10).
Hasil ini menjadi kemenangan perdana Juku Eja setelah melewati empat pertandingan awal musim tanpa kemenangan.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Darije mengungkapkan bahwa dirinya bersama tim pelatih telah menekankan kepada para pemain agar tidak mengulangi penampilan saat menghadapi PSS Sleman pada pekan sebelumnya.
Saat itu, PSM takluk 0-3 dari PSS. Menurut Darije, timnya harus memperbaiki aspek mentalitas dan keberanian bertanding untuk kembali menunjukkan performa sesuai harapan.
"Kita semua mengerti dan membicarakan kepada pemain bahwa kita tidak bisa memberikan performa yang sama lagi seperti yang kita tunjukkan melawan Sleman," ujar Darije.
Ia menyoroti tiga aspek utama yang harus diperbaiki, yakni semangat Ewako, kemauan besar untuk memenangkan pertandingan, serta inisiatif dalam permainan. Ketiga hal tersebut menjadi bekal PSM untuk bangkit ketika menghadapi PSIM.
"Tidak ada semangat Ewako di pertandingan tersebut, tidak ada kemauan besar untuk memenangkan pertandingan, dan tidak ada pengambilan inisiatif di pertandingan," katanya.
Darije menjelaskan, pesan tersebut disampaikan kepada para pemain sebelum laga melawan PSIM. Ia meyakini, ketika ketiga aspek itu kembali ditunjukkan, PSM mampu mendekati level permainan yang diinginkan.
Hasilnya terlihat di Bantul. PSM mampu memaksimalkan peluang meski tidak mendominasi penguasaan bola. Strategi tersebut menjadi bagian dari pendekatan permainan yang disiapkan Darije untuk meredam tuan rumah.
Menurut pelatih asal Bosnia dan Herzegovina tersebut, PSM sengaja memberikan ruang penguasaan bola kepada PSIM karena menilai lawannya memiliki kesulitan dalam mengembangkan serangan hingga menghasilkan peluang berbahaya.
Pendekatan itu membuahkan hasil pada babak kedua. PSM membuka keunggulan melalui Fahrul Aditia pada menit ke-50, sebelum Stevan Jevtoski menggandakan skor menjadi 2-0 pada menit ke-65.
PSIM sempat memperkecil ketertinggalan melalui eksekusi penalti Ze Valente pada menit ke-79. Namun, PSM mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir, termasuk ketika harus melanjutkan laga dengan 10 pemain setelah Dusan Lagator menerima kartu merah.
Tambahan tiga poin membawa PSM mengakhiri paceklik kemenangan pada awal musim Super League 2026/27. Hasil tersebut sekaligus menjadi modal penting bagi Juku Eja untuk membangun kembali kepercayaan diri dan menjaga konsistensi pada pertandingan berikutnya.
