Harga Jersey PSM Pertimbangkan Daya Beli Suporter
Jersey PSM dua musim lalu - (foto by PSM)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Manajemen PSM Makassar memastikan harga jersey resmi untuk musim 2026/2027 akan ditetapkan dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi suporter.
Klub berjuluk Juku Eja itu saat ini masih melakukan pembahasan bersama Adidas selaku apparel resmi tim.
Direktur Komersial PSM, Hafit Timor Mas'ud, mengatakan penentuan harga jersey tidak hanya mempertimbangkan desain dan kualitas produk, tetapi juga kondisi pasar dan daya beli pendukung PSM.
Menurut Hafit, manajemen ingin jersey terbaru tetap dapat dijangkau suporter. Di sisi lain, Adidas memiliki pertimbangan tersendiri agar harga produk klub-klub yang menggunakan apparel tersebut tetap berada dalam kisaran yang tidak terlalu berbeda.
“Kita sesuaikan dengan market, desain dan lain-lain. Yang pasti tidak memberatkan,” ucap Hafit.
Pada musim sebelumnya, jersey PSM dipasarkan dengan harga sekitar Rp1 juta. Untuk musim baru, manajemen belum menetapkan harga final karena pembahasan dengan Adidas masih berlangsung.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PSM memperkuat hubungan komersial dengan suporter sekaligus memperluas akses terhadap produk resmi klub.
Jersey bukan hanya menjadi perlengkapan pertandingan, tetapi juga salah satu bentuk dukungan dan identitas bagi para pendukung Juku Eja.
Tak berhenti pada jersey, PSM juga menyiapkan beragam merchandise resmi yang dapat dibeli suporter.
Produk yang disiapkan mencakup berbagai apparel yang digunakan langsung oleh pemain dalam kegiatan tim.
Hafit memastikan produk tersebut nantinya tersedia melalui Official Store PSM maupun kanal penjualan daring sehingga suporter dari berbagai daerah dapat lebih mudah mendapatkannya.
“InsyaAllah yang dipakai pemain akan dijual. Dari jaket, tas, polo shirt, pakaian latihan. Semua dijual di store maupun online,” tutupnya.
Dengan memperluas pilihan merchandise sekaligus mempertimbangkan daya beli dalam penetapan harga, PSM berupaya menjadikan produk resmi klub semakin dekat dengan suporternya.
Kebijakan tersebut juga membuka peluang bagi PSM untuk memperkuat sisi komersial klub menjelang bergulirnya musim 2026/27.
