Evaluasi PSM: Mentalitas Jadi Sorotan Utama
Ahmad Amiruddin - (foto by @psm_makassar/instagram)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Tim pelatih PSM Makassar
menyoroti tajam rapuhnya mentalitas pemain usai gagal mengamankan poin penuh di
laga kandang terakhir.
Masalah kesiapan mental kini menjadi fokus utama evaluasi
jelang laga krusial pekan ke-27 Super League kontra PSIM Yogyakarta di Stadion
Sultan Agung, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (10/4/2026).
Asisten pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, mengungkapkan bahwa
performa tim mengalami penurunan drastis pada babak kedua saat menjamu Persis
Solo.
Meski sempat unggul sesuai rencana di babak pertama,
penurunan intensitas dan kegagalan pemain pengganti memberikan dampak positif menjadi
bumerang bagi Juku Eja.
"Dari kacamata kami tim pelatih, babak pertama sudah
sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Kita bermain lebih menyerang, berusaha
mencetak gol, dan masuk ke ruang ganti dalam situasi unggul. Tapi babak kedua
problem mulai terjadi, intensitas mulai menurun," ujar Amiruddin.
Amiruddin menegaskan bahwa penurunan tensi permainan
tersebut bukan sekadar masalah fisik, melainkan indikasi lemahnya mental
bertarung para pemain dalam mempertahankan keunggulan di bawah tekanan lawan.
Tim pelatih berencana melakukan komunikasi personal untuk
menggugah komitmen para penggawa PSM di sisa musim ini.
"Saya akan bicara ke pemain, ini soal mentalitas.
Apakah kita memang mau memberikan lebih ke PSM atau sekadar menjalankan
kewajiban? Itu yang membedakan pemain yang mau dengan yang sekadar
menjalankan," tegasnya.
Bagi manajemen dan tim pelatih, hasil imbang kemarin
merupakan tamparan keras. Di tengah ketatnya persaingan Super League, talenta
teknis dianggap tidak akan berarti tanpa mentalitas petarung.
Perbaikan mental ini menjadi harga mati jika PSM ingin
mencuri poin di Bantul dan menjauh dari kejaran zona degradasi yang kini hanya
berjarak lima poin.
