Bidik 15 Poin Tambahan, PSM Kejar Zona Aman
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Genderang perang di sisa musim
Super League 2025/26 semakin nyaring terdengar bagi PSM Makassar. Berada di
peringkat 13 dengan koleksi 24 poin, tim kebanggaan Sulawesi Selatan ini kini
tengah berhitung cermat.
Jarak yang hanya terpaut 4 angka dari Madura United di
ambang batas zona merah membuat setiap jengkal lapangan di sembilan laga sisa
menjadi harga mati.
Secara matematis, Juku Eja membutuhkan setidaknya 15 poin
tambahan untuk menyentuh 39 poin—sebuah angka yang diyakini menjadi garansi
untuk tetap bertahan di kasta tertinggi musim depan.
Target 39 poin bukanlah angka yang muncul tanpa alasan.
Berkaca pada dua musim terakhir, angka 35 hingga 37 selalu menjadi titik kritis
degradasi.
Pada musim 2023/24, Rans Nusantara terlempar ke kasta kedua
dengan 35 poin, disusul Bhayangkara FC (26) dan Persikabo 1973 (20).
Pola yang sama terulang di musim 2024/25, di mana PSS Sleman
dan Barito Putera harus turun kasta meski mengantongi 34 poin, serta PSIS
Semarang dengan 25 poin.
Dengan tren tersebut, angka 38 atau 39 diprediksi menjadi
benteng pertahanan terakhir bagi tim manapun yang ingin selamat.
Meski hitung-hitungan di atas kertas terlihat jelas, Manajer
PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, enggan membiarkan para pemainnya hanya
terpaku pada kalkulator poin.
Baginya, mentalitas di lapangan jauh lebih krusial daripada
sekadar mengejar target angka tertentu.
"Saya tidak bicara bahwa target PSM adalah 39 poin lalu
kita lepas dari ancaman degradasi. Kalau kita bisa mengoleksi 38 poin, itu
artinya kita sudah aman. Tapi pesan ke pemain bukan target poin itu, melainkan
setiap game harus collect poin," tegas Fajrin.
Instruksi ini jelas, setiap laga adalah final. Manajemen PSM
pun telah menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang untuk kesalahan sekecil apa pun
di sisa kompetisi ini.
Misi sapu bersih poin menjadi harga yang tidak bisa ditawar,
terutama saat Pasukan Ramang berlaga di hadapan pendukung sendiri di Stadion BJ
Habibie, Parepare.
Markas besar ini diharapkan kembali menjadi benteng yang
angker bagi lawan, demi mengamankan poin-poin krusial yang akan menjauhkan PSM
dari bayang-bayang zona degradasi.
