Home > PSM

Bidik 15 Poin Tambahan, PSM Kejar Zona Aman

Dusan Lagator berebut bola dengan Kaka Amrullah dalam sesi latihan di Stadion Kalegowa, Gowa, Sabtu (28/3) - (foto by @psm_makassar/instagram)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Genderang perang di sisa musim Super League 2025/26 semakin nyaring terdengar bagi PSM Makassar. Berada di peringkat 13 dengan koleksi 24 poin, tim kebanggaan Sulawesi Selatan ini kini tengah berhitung cermat.

Jarak yang hanya terpaut 4 angka dari Madura United di ambang batas zona merah membuat setiap jengkal lapangan di sembilan laga sisa menjadi harga mati.

Secara matematis, Juku Eja membutuhkan setidaknya 15 poin tambahan untuk menyentuh 39 poin—sebuah angka yang diyakini menjadi garansi untuk tetap bertahan di kasta tertinggi musim depan.

Target 39 poin bukanlah angka yang muncul tanpa alasan. Berkaca pada dua musim terakhir, angka 35 hingga 37 selalu menjadi titik kritis degradasi.

Pada musim 2023/24, Rans Nusantara terlempar ke kasta kedua dengan 35 poin, disusul Bhayangkara FC (26) dan Persikabo 1973 (20).

Pola yang sama terulang di musim 2024/25, di mana PSS Sleman dan Barito Putera harus turun kasta meski mengantongi 34 poin, serta PSIS Semarang dengan 25 poin.

Dengan tren tersebut, angka 38 atau 39 diprediksi menjadi benteng pertahanan terakhir bagi tim manapun yang ingin selamat.

Meski hitung-hitungan di atas kertas terlihat jelas, Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, enggan membiarkan para pemainnya hanya terpaku pada kalkulator poin.

Baginya, mentalitas di lapangan jauh lebih krusial daripada sekadar mengejar target angka tertentu.

"Saya tidak bicara bahwa target PSM adalah 39 poin lalu kita lepas dari ancaman degradasi. Kalau kita bisa mengoleksi 38 poin, itu artinya kita sudah aman. Tapi pesan ke pemain bukan target poin itu, melainkan setiap game harus collect poin," tegas Fajrin.

Instruksi ini jelas, setiap laga adalah final. Manajemen PSM pun telah menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang untuk kesalahan sekecil apa pun di sisa kompetisi ini.

Misi sapu bersih poin menjadi harga yang tidak bisa ditawar, terutama saat Pasukan Ramang berlaga di hadapan pendukung sendiri di Stadion BJ Habibie, Parepare.

Markas besar ini diharapkan kembali menjadi benteng yang angker bagi lawan, demi mengamankan poin-poin krusial yang akan menjauhkan PSM dari bayang-bayang zona degradasi.