Home > PSM

5 Fakta Menarik PSM vs Bhayangkara FC di Super League 2025/26

Pemain PSM - (foto by @psm_makassar/instagram)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pertandingan krusial akan tersaji di Stadion BJ Habibie, Parepare, Senin (4/5) sore, saat PSM Makassar menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam laga pekan ke-31 Super League 2025/26.

Laga ini bukan sekadar perebutan poin biasa, melainkan pertaruhan harga diri bagi tuan rumah yang tengah berjuang mengamankan posisi dari ancaman degradasi.

Berikut adalah 5 fakta menarik PSM vs Bhayangkara FC:

1. Pertaruhan Nasib PSM

Hingga pekan ke-30, PSM tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan koleksi 31 poin. Pasukan Ramang hanya terpaut dua angka dari Madura United di batas akhir zona degradasi (posisi 15). Kemenangan atas Bhayangkara FC menjadi harga mati bagi Tim Juku Eja jika ingin bernapas lebih lega di sisa kompetisi.

2. Bhayangkara FC Tanpa Mesin Gol

Kabar baik menghampiri PSM setelah penyerang tajam Bhayangkara FC, Moussa Sidibe, dipastikan absen akibat akumulasi kartu kuning.

Absennya pemain asal Mali ini merupakan kerugian besar bagi tim tamu, mengingat Sidibe adalah top skor klub dengan torehan 12 gol dan 6 assist hanya dari 13 pertandingan musim ini.

3. Rekor Pertemuan

Sejarah mencatat PSM memiliki rapor yang cukup superior saat bertemu Bhayangkara FC. Dalam empat pertemuan terakhir di ajang resmi, PSM belum terkalahkan dengan rincian tiga kemenangan dan satu hasil imbang.

Pada putaran pertama musim ini (Agustus 2025), kedua tim bermain imbang 1-1 melalui gol Lucas Dias (PSM) dan Ilija Spasojevic (Bhayangkara).

4. Tren Kontras Kedua Tim

PSM memasuki laga ini dengan motivasi tinggi setelah sempat meraih kemenangan penting 3-1 atas Persik Kediri di pekan ke-29, meski kemudian tersungkur di markas Bali United.

Sebaliknya, Bhayangkara FC datang dengan modal negatif usai dihajar Persib Bandung dengan skor 2-4 pada pekan sebelumnya, yang menunjukkan adanya celah di lini pertahanan mereka.

5. Fokus Disiplin Pertahanan

PSM kerap terburu-buru melakukan tekel saat kehilangan bola. Hal ini dianggap berbahaya karena Bhayangkara FC memiliki eksekutor bola mati yang mumpuni.

Koordinasi antarlini dan ketenangan dalam transisi bertahan akan menjadi kunci utama PSM untuk meredam serangan balik lawan.