Janji Pantang Menyerah Nenad Lalic untuk PSM
Nenad Lalic - (foto by PSM Makassar/YouTube)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Perjalanan karier Nenad Lalic
menemukan babak barunya di Kota Makassar. Usai menuntaskan petualangannya di
Thailand, bek jangkung berpaspor Serbia tersebut berlabuh ke PSM untuk
mengarungi musim 2026/27.
Berbekal postur menjulang 1,97 meter, pemain kelahiran Novi
Sad itu diproyeksikan mengisi benteng pertahanan sekaligus memberi opsi di
posisi gelandang bertahan Pasukan Ramang.
Lalic tiba di Makassar bukan tanpa modal. Bersama Nakhon
Ratchasima Mazda FC di kasta tertinggi Liga Thailand musim lalu, ia tampil
solid dengan mencatatkan 28 penampilan sebagai starter serta menyumbang dua
gol.
Pengalaman kompetitif di Asia Tenggara tersebut menjadi
bekal berharga untuk mempercepat adaptasinya di Indonesia.
“Menurut saya, Liga Indonesia dan Liga Thailand cukup mirip.
Mungkin ada sedikit perbedaan, tetapi saya belum menjalani pertandingan
sehingga belum bisa memberikan penilaian secara langsung,” ujar Lalic, dikutip dari kanal YouTube PSM Makassar.
Ia menilai karakter permainan di Indonesia cenderung lebih
langsung. “Sepak bola di sini menurut saya sangat langsung. Semua tim ingin
mencetak gol dan mencetak lebih banyak gol. Menurut saya, itu bagus.”
Keputusannya mengenakan jersey Juku Eja lahir dari
pertimbangan matang. Diskusi mendalam dengan rekannya mengenai reputasi PSM,
atmosfer suporter, hingga visi pelatih makin memantapkan langkah Lalic.
Ia menangkap gairah besar dari manajemen yang ingin
mengembalikan kestabilan tim dan membawa PSM kembali bersaing di papan atas.
“Saya berharap bisa membantu tim mencapai semua target tahun
ini. Kami ingin berada di posisi setinggi mungkin, berjuang di setiap
pertandingan, dan memberikan yang terbaik,” tegasnya.
Meski memasang target tinggi, Lalic memilih bersikap
membumi. Langkah pertamanya cukup sederhana. “Pertama, saya ingin tetap sehat
karena itu yang paling penting,” katanya.
Di balik sikap tenangnya, ia mengusung satu karakter kuat
yang ingin ia tunjukkan di lapangan.
“Saya akan memberikan seluruh kemampuan, pikiran, dan hati
saya untuk klub ini. Mereka bisa mengharapkan saya untuk terus berjuang,” ucap
pemain yang mengagumi Nemanja Vidic dan Eder Militao tersebut.
Ia enggan mendeskripsikan keunggulannya sendiri dan memilih
membiarkan permainan yang berbicara.
“Saya tidak pernah menyerah. Saya selalu memberikan semua
yang saya punya pada saat itu. Saya memberikan kemampuan maksimal setiap waktu,
setiap detik ketika berada di lapangan.”
Di luar urusan taktik, pemain yang pernah merumput di Serbia
dan Rumania ini bertekad mempererat keharmonisan ruang ganti.
“Kami berada di sini untuk saling membantu dan membangun
kelompok yang kuat,” tuturnya.
Kehadiran suporter pun menjadi hal yang sangat ia nantikan
untuk membakar semangat tim.
“Hal yang paling saya nikmati adalah suporter. Saya berharap
mereka datang dan menjadi pemain ke-12 kami,” ungkap Lalic.
Proses akulturasinya di Makassar bahkan sudah dimulai dari
hal-hal kecil, seperti menjajal kuliner lokal meski sementara ini ia masih
memilih menu aman berupa ayam dan nasi.
Kini, seluruh pengalaman lintas negara itu resmi ia boyong
ke Makassar. Lalic tidak hanya hadir sebagai penambah kedalaman skuad di lini
belakang, tetapi juga membawa mentalitas bertarung untuk membawa Juku Eja
kembali bersaing di papan atas.
