Home > PSM

Manajemen PSM Buka Suara Terkait Sanksi Berat Komdis PSSI

CELEBEDMEDIA.ID, Makassar - Manajemen PSM Makassar memberikan pernyataan resmi terkait sanksi berat yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Sanksi berlapis tersebut merupakan buntut dari pelanggaran disiplin yang terjadi pada laga pekan ke-33 Super League antara PSM vs Persib Bandung di Stadion BJ Habibie, Parepare, pada 17 Mei 2026 lalu.

Dalam rilis resminya, pihak manajemen Juku Eja tidak menampik bahwa rentetan hukuman tersebut menjadi pukulan telak bagi internal klub.

Manajemen menegaskan bahwa keputusan Komdis PSSI ini membawa dampak buruk yang luar biasa, baik dari sisi finansial akibat akumulasi denda ratusan juta rupiah, maupun operasional tim akibat sanksi administratif berupa laga tanpa penonton dan penutupan Tribun Selatan.

"Sanksi-sanksi atas pelanggaran disiplin tersebut memberikan dampak kerugian yang sangat besar, baik itu dalam bentuk denda materiil maupun sanksi administratif," tulis manajemen PSM Makassar dalam pernyataan resminya di media sosial, Rabu (10/6/2026).

Alih-alih mencari pembelaan, manajemen klub justru mengajak seluruh elemen, termasuk kelompok suporter, untuk melihat insiden kelam ini secara jernih.

Manajemen berharap kejadian yang merusak citra Pasukan Ramang ini bisa menghentikan ego sektoral dan menjadi momentum evaluasi total demi masa depan klub di musim-musim berikutnya.

"Kejadian ini sudah seharusnya menjadi bahan refleksi kita bersama untuk saling introspeksi diri dan berbenah menatap musim yang akan datang," lanjut pihak manajemen.

Menutup pernyataannya, manajemen PSM menyelipkan pesan mendalam menggunakan pemaknaan lokal agar seluruh pencinta klub kembali sadar akan esensi dasar datang ke stadion.

Manajemen meminta komitmen bersama agar aksi kekerasan, penjarahan, serta penyalaan flare tidak terulang lagi, demi mewujudkan lingkungan sepak bola yang ramah untuk semua kalangan.

"Mari jadikan stadion tempat yang aman dan nyaman untuk siapapun. Mari ki' saling baku jaga!" tutup manajemen dalam rilis tersebut.