Home > PSM

Sadikin Tak Target Trucha, Stabilitas Tim Prioritas

Sadikin Aksa - (foto by Rifki)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Direktur Utama (Dirut) PSM Makassar, Sadikin Aksa, enggan tergesa-gesa menilai pelatih kepala Tomas Trucha, karena perjalanan Pasukan Ramang masih panjang musim ini.

Pernyataan ini disampaikan Sadikin usai fun football PSM bareng manajemen, pelatih, dan awak media di Lapangan Sepak Bola Bosowa Sport Center (BSC) Makassar, Sabtu (15/11) sore.

Sadikin, yang lebih suka perkembangan bertahap daripada hasil instan, paham ekspektasi suporter. Tapi baginya, sukses tim bukan cuma tanggung jawab pelatih, melainkan seluruh ekosistem klub termasuk akademi.

“Kalau penilaian, kita gak bisa nilai sekarang. Kita masih panjang, saya itu tipikal lebih percaya proses daripada hasil, jadi saya tahu banyak teman-teman suporter, penggemar PSM itu lebih mengutamakan hasil, tapi kalau saya proses," tegas Sadikin.

"Jadi proses itu bukan cuma dari pelatih dan kepada tim, proses dari akademi kita juga. Karena PSM ini terkenal sekali banyak mengeluarkan pemain-pemain muda, jadi itu yang harus kita jaga,” tambah dia.

Sadikin pun memaklumi suporter PSM yang menargetkan Tomas Trucha membawa Juku Eja ke posisi lima besar klasemen Super League 2025/26.

Meski demikian, Sadikin tidak ingin memberi beban apa pun kepada pelatih. Fokusnya saat ini adalah menjaga stabilitas internal tim dan memastikan seluruh proses berjalan sehat.

“Saya tidak mau pressure pelatih, saya tidak mau pressure pelatih bahwa harus juara, gak. Tapi proses yang ada hasilnya. Jadi kalau teman-teman suporter pengennya hasil ya terserah. Jadi itu saya hargai, saya lebih mau menjaga kondisi tim,” tegasnya.

Liga masih panjang, kata Sadikin. Momentum bisa datang kapan saja, bahkan di akhir – seperti 5 laga terakhir.

“Saya sudah merasakan juara, merasakan juara itu gak gampang, kita harus cari momentumnya. Bisa aja lima game terakhir kita dapat momentumnya, perjalanan masih panjang, ini masih sekitar 23 weeks, masih panjang kok,” ujarnya.

Bagi Sadikin, menjaga kondisi tim jauh lebih penting daripada mematok target tinggi di awal musim. Ia meyakini bahwa hasil akan datang dengan sendirinya apabila proses yang dijalankan benar.

Sikap CEO PSM ini sekaligus menjadi pesan kepada suporter bahwa klub tetap bekerja membangun tim secara bertahap, sambil memberikan ruang bagi pelatih dan pemain untuk menemukan ritme terbaiknya di kompetisi yang masih bergulir.