Home > PSM
Pemain PSM U-16 - (foto by Akbar)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Di tengah ketatnya persaingan Super League 2025/26, PSM Makassar kembali menegaskan statusnya sebagai "pabrik" talenta muda terbaik di Indonesia.

Ketika banyak klub terjebak dalam perburuan pemain bintang dengan harga selangit, klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan ini justru tetap setia pada khittahnya, memaksimalkan potensi dari rahim Akademi PSM.

Keberhasilan PSM dalam melakukan regenerasi bukanlah sebuah kebetulan. Strategi ini merupakan buah dari keberanian tim pelatih dan manajemen. Nama-nama baru kini mulai muncul di lembar susunan pemain (line-up).

Munculnya talenta-talenta baru di sektor sayap dan lini tengah hingga penjaga gawang membuktikan bahwa kurikulum yang diterapkan di akademi selaras dengan kebutuhan tim senior. Pemain Akademi PSM yang naik kelas ke tim senior yakni Kaka Amrullah Ronaldo Messi (gelandang), Jamil Al Rahman (bek tengah), dan Fathur Ramadhany (kiper).

Karakter permainan yang agresif, disiplin, dan pantang menyerah atau yang akrab disebut Siri' Na Pacce menjadi identitas yang melekat erat pada setiap lulusan akademi yang naik kelas.

Dari sisi manajerial, mengorbitkan pemain muda adalah langkah cerdas secara ekonomi dan teknis. Investasi pada fasilitas latihan dan pemandu bakat di berbagai daerah di Sulawesi hingga Indonesia Timur mulai menunjukkan hasil nyata.

Integrasi Taktik: Pemain akademi cenderung lebih cepat menyerap instruksi pelatih karena sudah terbiasa dengan filosofi bermain klub sejak usia dini.

Nilai Pasar: Keberhasilan menembus skuad utama otomatis meningkatkan nilai pasar sang pemain, yang menjadi aset berharga bagi klub di masa depan.

Namun, jalan menuju kematangan tidaklah mudah. Tantangan terbesar bagi para pemain muda ini adalah konsistensi di tengah tekanan tinggi kompetisi profesional.

Tekanan dari suporter yang haus akan gelar juara serta godaan popularitas menjadi ujian mental yang sesungguhnya.

"Pemain muda kita punya bakat alam yang luar biasa, tapi mentalitas profesional adalah kunci. Mereka harus sadar bahwa menembus tim senior hanyalah langkah awal, bukan tujuan akhir," ujar salah satu kitman Akademi PSM kepada penulis, belum lama ini.

Melihat tren yang berkembang, PSM Makassar diprediksi akan terus menjadi pilar utama Tim Nasional Indonesia di berbagai kelompok umur. Hal ini dibuktikan dengan pemanggilan terbaru dua penggawa Akademi PSM untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) Garuda Muda, yakni gelandang PSM U-18, Rohmat Nurhidaya, dan penyerang PSM U-20, Dimas Adi Prasetyo.

Tak hanya di level junior, regenerasi sukses Pasukan Ramang juga menembus skuad senior. Victor Dethan, jebolan akademi yang telah tiga musim matang di tim utama, kini mendapatkan kepercayaan dari pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman. Dethan masuk dalam daftar pemain yang dipersiapkan untuk melakoni ajang FIFA Series 2026 mendatang.

Dengan sistem scouting yang semakin luas menyentuh pelosok Sulawesi, "Pasukan Ramang" tidak perlu khawatir akan kehabisan stok pemain berbakat.

Regenerasi ini bukan sekadar tentang mengganti pemain tua dengan yang muda, melainkan tentang menjaga api semangat sepak bola Makassar agar tetap menyala di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.