Home > PSM

Passapu di Kepala Pemain PSM: Simbol Jiwa Tubarania

Pemain PSM, M Arfan, Ardiansyah, Ananda Raehan, Rasyid Bakri dan Rizky Eka mengenakan Passapu - (ist)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Suasana di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, terasa begitu hangat sekaligus syarat makna pada Sabtu (12/9) siang.

Di tengah jamuan makan bersama jelang keberangkatan tim menuju Parepare, ada satu gestur simbolis yang menyedot perhatian seluruh ruangan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara khusus memasangkan Passapu—penutup kepala tradisional khas Makassar—ke kepala sang nakhoda tim, Darije Kalezic, serta perwakilan pemain PSM.

Prosesi sederhana ini menjadi restu melepas Pasukan Ramang yang akan melakoni laga kandang perdana Super League 2026/27 melawan Arema FC di Stadion BJ Habibie.

Namun lebih dari sekadar aksesoris pelengkap seremonial, penyematan Passapu merah di kepala Pasukan Ramang sejatinya menyuntikkan nyawa dan identitas kebudayaan Bugis-Makassar yang begitu pekat.

Dalam rekam jejarah budaya Sulawesi Selatan, Passapu (khususnya varian Passapu Patinra atau Patonro yang menjulang kaku ke atas) bukanlah kain penutup kepala biasa.

Pada era Kerajaan Gowa, mahkota kain tanpa jahitan ini adalah penanda harga diri, simbol Tubarania (prajurit pemberani), panglima perang, dan para ksatria yang siap mempertaruhkan jiwa demi membela kedaulatan negerinya.

Warna merah mencolok pada Passapu menyimbolkan keteguhan, keberanian, dan semangat juang yang tak gampang padam di medan laga.

Lebih dalam dari itu, bentuknya yang berdiri tegak lurus mengisyaratkan keteguhan prinsip, kejujuran hati, serta martabat luhur yang dijunjung tinggi—sebuah manifesto visual dari filosofi dasar masyarakat Makassar, Siri’ Na Pacce.

Mengenakan Passapu berarti berikrar untuk menjaga kehormatan tanah kelahiran dengan segenap jiwa dan raga.

Gestur Munafri yang juga pernah menahkodai PSM sebagai CEO, menjadi penanda tegas bahwa dalam setiap helai jersey merah yang membalut tubuh Rizky Eka dan kawan-kawan, tersemat beban luhur untuk menjaga nama baik Kota Daeng.

Sentuhan sakral itu dipadukan dengan kesiapan teknis di atas rumput hijau. Menjamu Singo Edan yang datang membawa kepercayaan diri tinggi usai hasil positif di laga pembuka, skuad PSM dipastikan tampil habis-habisan demi mengamankan tiga poin perdana di kandang.

Lecutan semangat dari Passapu merah diharapkan mampu melecut daya juang Pasukan Ramang untuk terus mengguncang panggung sepak bola tanah air.

“Saya yakin kita mampu untuk memperlihatkan bahwa spirit Ewako akan terus mengguncang jagat sepak bola di Indonesia,” tegas Munafri memungkasi arahannya.

Pertemuan antara PSM vs Arema FC di Stadion BJ Habibie, Parepare pada Minggu (13/9/2026) sore bakal menjadi ujian krusial bagi kedua tim.

Bagi Pasukan Ramang, tampil di kandang sendiri merupakan kesempatan emas untuk mengamankan poin penuh pertama sekaligus membangkitkan kepercayan diri skuad dalam mengarungi Super League 2026/27.