PSM Ajak Suporter Jadi 'Mata-Mata' Kedisiplinan Pemain
Muhammad Nur Fajrin - (foto by PSM)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Persiapan menjelang laga bagi PSM Makassar ternyata bukan cuma soal taktik di atas rumput hijau. Jauh dari riuh stadion, manajemen kkub kini makin memperketat gerak-gerik para pemainnya di luar lapangan.
Menjelang hari pertandingan, urusan waktu istirahat dan pola hidup profesional kini jadi perhatian utama yang tak bisa ditawar.
Manajer PSM, Muhammad Nur Fajrin, mengungkapkan bahwa jelang Super League 2026/27, klub telah menetapkan aturan khusus yang berlaku sejak H-3 pertandingan.
Selama periode tersebut, para pemain dilarang keras beraktivitas di luar rumah pada tengah malam hingga dini hari, tepatnya dari pukul 00.00 hingga 04.00 Wita.
"Tiga hari sebelum main, jangan ada keluyuran (pemain) jam 12 malam sampai jam 4. Sudah ditetapkan, sudah disosialisasikan," tegas Fajrin.
Bagi manajemen, pembatasan ini bukan sekadar urusan jam malam biasa. Kebiasaan keluyuran hingga dini hari dinilai sangat memengaruhi kebugaran fisik, mengganggu fokus persiapan tim, dan berpotensi merusak citra klub.
Demi memastikan aturan ini berjalan efektif, Fajrin bahkan merangkul para suporter untuk ikut mengawasi para penggawa tim.
"Tolong bantu kami untuk bisa menegakkan aturan ini," imbaunya.
Aturan kedisiplinan ini sebenarnya bukan hal baru di lingkungan PSM. Musim lalu, manajemen sudah berupaya membatasi aktivitas malam di mess pemain.
Namun, tak sedikit cerita unik dan 'kreatif' dari para pemain untuk mengakalinya—mulai dari nekat memanjat pagar mess hingga sengaja baru pulang saat matahari terbit.
Pengalaman itu membuat manajemen kini bersikap lebih tegas. Fajrin mengingatkan bahwa kedisiplinan adalah bagian dari tanggung jawab moral seorang pesepak bola profesional.
Bagi yang nekat melanggar, sanksi tegas sudah menanti, salah satunya diturunkan ke tim akademi.
Langkah ketat ini diambil untuk membangun budaya profesional yang kuat di tubuh tim. PSM ingin memastikan para pemain tak hanya garang saat berlaga, tetapi juga bijak mengelola pola hidup di luar lapangan.
Menutup keterangannya, Fajrin kembali mengandalkan peran suporter sebagai garda pengawas.
Ia meminta pendukung setia Juku Eja tak segan melapor jika menemukan pemain yang keluyuran pada masa persiapan laga.
"Jadi teman-teman suporter, ini aturan mainya. Kalau ada melihat pemain PSM Makassar H-3 pertandingan beraktivitas jam 12 malam-jam 4 subuh di luar tolong bantu kami. Sampaikan saja foto, kami akan tegas soal itu," pungkasnya.
Pada akhirnya, kebijakan ini mempertegas komitmen PSM Makassar dalam menyambut musim kompetisi.
Sebab bagi manajemen, kemenangan tak cuma diraih saat peluit pertandingan dibunyikan, tetapi dimulai dari bagaimana para pemain menghargai waktu istirahat mereka di malam hari.
