Nenad Bacina dan Peluang Pulang ke PSM Makassar
Nenad Bacina - (foto by PSM)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Nama Nenad Bacina kembali
mengemuka di tengah persiapan PSM Makassar menyambut musim 2026/2027. Sosok
asal Kroasia itu bukan figur asing bagi publik Pasukan Ramang.
Enam tahun lalu, ia pernah menjadi bagian dari perjalanan
Juku Eja saat mendampingi Bojan Hodak di kursi kepelatihan.
Nenad Bacina diperkenalkan kepada publik PSM oleh Munafri
Arifuddin di Hotel Sultan, Jakarta, pada 10 Februari 2020. Kala itu, ia
dipercaya menjadi asisten pelatih untuk membantu Bojan Hodak meracik kekuatan
tim.
Namun kebersamaan Bacina dengan PSM tak berlangsung lama.
Kompetisi Liga 1 harus dihentikan akibat pandemi Covid-19, membuat kontraknya
bersama tim Ayam Jantan dari Timur berakhir lebih cepat pada Agustus 2020.
Meski hanya singkat, pengalaman tersebut membuat Bacina
memahami atmosfer sepak bola Indonesia, khususnya kultur PSM yang dikenal
memiliki fanatisme tinggi.
Menariknya, sejak meninggalkan Makassar, ia belum pernah
lagi menangani klub di Indonesia. PSM menjadi pengalaman pertamanya merasakan
sepak bola Tanah Air.
Dalam perjalanan kariernya, Nenad Bacina cukup lama bekerja
bersama Bojan Hodak di sejumlah tim. Keduanya pernah berduet menangani Timnas
Malaysia U-19 sebelum kembali bersama di level klub.
Pengalaman itu membuat Bacina dikenal sebagai pelatih yang
memiliki kedekatan dengan sepak bola Asia Tenggara.
Kini peluang reuni dengan PSM kembali terbuka. Bacina sedang
tidak terikat kontrak dengan klub mana pun setelah terakhir menangani Kalba FC.
Sebelumnya, ia juga sempat melatih Kuala Lumpur City FC.
Isyarat hadirnya pelatih baru di tubuh PSM sebenarnya sudah
disampaikan manajemen sejak beberapa waktu lalu.
Manajer PSM, Muhammad Nur Fajrin, mengungkapkan bahwa timnya
tengah bergerak mencari sosok juru taktik anyar untuk menghadapi Super League 2026/27.
Fajrin menyebut manajemen telah membuka komunikasi dengan
sejumlah kandidat. Bahkan, beberapa nama sudah memasuki tahap wawancara.
“Musim depan kita akan kedatangan pelatih baru,” ujarnya,
belum lama ini.
Fajrin menambahkan, manajemen ingin belajar dari perjalanan
tim musim ini agar bisa lebih siap menghadapi kompetisi mendatang. Karena itu,
proses pencarian pelatih dilakukan dengan cukup hati-hati.
PSM Makassar sendiri memang memiliki tradisi menghadirkan
pelatih yang belum banyak dikenal di sepak bola Indonesia.
Dari pola itu, bukan tidak mungkin Nenad Bacina menjadi nama
yang kembali dipilih untuk memulai lembaran baru bersama Juku Eja musim depan.
