PSM Target Tuntaskan FIFA Banned Awal September
Muhammad Nur Fajrin (kedua dari kiri) - (Dok PSM)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - PSM Makassar terus mempercepat penyelesaian dua sanksi larangan pendaftaran pemain atau FIFA Banned.
Manajemen Juku Eja menargetkan seluruh persoalan tersebut tuntas paling lambat awal September 2026, sebelum kompetisi Super League 2026/27 bergulir.
Manajer PSM Muhammad Nur Fajrin memastikan proses penyelesaian dua kasus tersebut menjadi perhatian utama klub. Ia bahkan menyampaikan target itu langsung di hadapan suporter.
“1, 2 September paling lambat terselesaikan,” tegas Fajrin dalam Diskusi Pre Match Menuju Kick Off Liga 1 yang digelar Red Gank di Terima Kasih Kopi, Jalan Daeng Patompo, Makassar, Selasa (25/8) malam.
Dalam diskusi bertema 'Komposisi, Target, Hak dan Kewajiban' tersebut, Fajrin hadir bersama pelatih PSM Darije Kalezic, perwakilan pemain Rasyid Bakri, serta puluhan suporter dari berbagai komunitas.
PSM saat ini masih tercatat memiliki dua sanksi larangan pendaftaran pemain dari FIFA yang masing-masing diterbitkan pada 22 Mei 2026 dan 7 Juli 2026.
Penyelesaian sanksi tersebut menjadi bagian penting dari persiapan klub menghadapi musim baru.
Fajrin menjelaskan, dari dua kasus yang dihadapi PSM, satu di antaranya telah berhasil diselesaikan. Manajemen kini fokus menuntaskan satu kasus tersisa dalam waktu dekat.
“FIFA Banned ini ada dua case di PSM, kemarin satu sudah selesaikan. InsyaAllah besok (hari ini), kita akan selesaikan satu lagi,” ujar Fajrin.
Menurut dia, penyelesaian kewajiban kepada pihak yang mengajukan klaim belum otomatis membuat sanksi FIFA langsung dicabut.
PSM masih harus mengirimkan bukti penyelesaian kepada FIFA untuk menjalani proses verifikasi.
Fajrin menyebut proses verifikasi normalnya membutuhkan waktu sekitar lima hari setelah FIFA menerima konfirmasi penyelesaian dari pihak terkait.
Faktor perbedaan waktu antara Indonesia dan Amerika Serikat juga menjadi pertimbangan manajemen dalam menetapkan target penyelesaian.
“Ada masa verifikasi, normalnya lima hari setelah FIFA menerima konfirmasi dari pihak klaim itu. Makanya, 1 atau 2 September paling lambat selesai,” ungkap alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) tersebut.
Target tersebut menjadi langkah penting bagi PSM untuk memastikan seluruh aspek administrasi klub siap menjelang kompetisi.
Juku Eja dijadwalkan mengawali perjalanan di Super League 2026/27 dengan menghadapi juara bertahan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jawa Barat, Minggu (6/9) pukul 20.00 Wita.
Dengan penyelesaian FIFA Banned yang ditargetkan sebelum laga perdana, PSM berupaya memastikan persiapan tim berjalan optimal dan fokus sepenuhnya pada persaingan musim baru.
