Navarone Foor Pulang ke Tanah Leluhur, Resmi Berseragam PSM
Navarone Foor - (foto by PSM)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - PSM Makassar kembali memperkenalkan pemain asing untuk menghadapi musim 2026/27. Kali ini, giliran gelandang asal Belanda berdarah Toraja-Maluku, Navarone Chesney Kai Foor, yang resmi bergabung dengan Juku Eja.
PSM mengumumkan kedatangan Navarone Foor melalui unggahan di Instagram resmi klub, Kamis (13/8/2026).
Dalam pengumuman tersebut, PSM menyambut pemain 34 tahun itu sebagai bagian dari keluarga Pasukan Ramang sekaligus menyebut ikatan darahnya dengan Sulawesi dan Maluku.
“Selamat datang di tanah leluhurmu, Kaka Nava!” tulis @psm_makassar.
Foor juga muncul dalam video pengumuman tersebut. Ia terlihat mencoba mempelajari bahasa Indonesia melalui Google sebelum memperkenalkan diri kepada suporter PSM.
“Saya Navarone Foor, saya siap untuk PSM,” ujar Navarone.
Kedatangan Navarone Foor memiliki cerita tersendiri. Meski lahir dan tumbuh di Belanda, ia memiliki darah Indonesia dari garis keluarganya.
Sejumlah sumber menyebut akar keluarganya berasal dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Karena itu, kepindahannya ke PSM menjadi semacam kepulangan ke tanah leluhur.
Foor lahir di Opheusden, Belanda, pada 4 Februari 1992. Ia mengawali karier profesional bersama NEC Nijmegen dan menghabiskan lima musim di klub tersebut. Setelah itu, ia pindah ke Vitesse Arnhem pada 2016.
Salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya terjadi bersama Vitesse saat menjuarai KNVB Beker 2016/17, setelah Vitesse mengalahkan AZ Alkmaar 2-0 pada partai final.
Navarone juga memiliki pengalaman tampil di kompetisi Eropa bersama klub tersebut.
Perjalanannya kemudian berlanjut ke sejumlah negara. Ia sempat bermain di Uni Emirat Arab bersama Ittihad Kalba, Siprus bersama Pafos dan Karmiotissa, Latvia bersama Riga FC, serta memperkuat SC Cambuur dan Bandırmaspor. Ia juga pernah memperkuat VVV-Venlo di Belanda.
Di level internasional, Ia pernah membela tim kelompok umur Belanda. Ia tercatat memperkuat Belanda U-19, U-20, dan U-21.
Pengalaman tersebut melengkapi perjalanan panjangnya di sepak bola Eropa sebelum akhirnya mengambil keputusan untuk bermain di Indonesia.
Bagi PSM, pengalaman Navarone menjadi tambahan penting untuk lini tengah. Ia dikenal sebagai pemain yang dapat beroperasi sebagai gelandang serang maupun winger, sehingga memberikan opsi tambahan dalam membangun serangan.
Kini, Foor menghadapi babak baru yang memiliki makna berbeda dari perjalanan sebelumnya. Setelah bertahun-tahun berkarier di Eropa, ia akhirnya datang ke klub yang memiliki hubungan langsung dengan akar keluarganya.
Dari Belanda menuju Makassar, perjalanan Foor bersama PSM bukan hanya soal klub baru. Ada cerita tentang seorang pemain yang memilih membela tim dari tanah leluhurnya.
