Home > PSM

PSM Tambah Asisten Pelatih, Ahmad Rajendra Masuk Staf Darije Kalezic

Ahmad Rajendra Paturisi - (foto by Akbar)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - PSM Makassar menambah kekuatan di jajaran tim kepelatihan untuk mengarungi Super League 2026/27. Pelatih muda asal Makassar, Ahmad Rajendra Paturusi, resmi masuk dalam daftar staf kepelatihan Pasukan Ramang.

Jendra, sapaan Ahmad Rajendra Paturusi, tercatat sebagai asisten pelatih PSM di laman resmi operator kompetisi I.League. Namanya masuk dalam daftar ofisial PSM bersama pelatih kepala Darije Kalezic dan sejumlah anggota staf lainnya.

Selain membantu tim senior, Jendra juga diproyeksikan menangani PSM U-20 yang berlaga di Elite Pro Academy (EPA) Super League 2026/27.

Media Officer PSM, Sulaiman Abdul Karim, mengatakan perekrutan Jendra menjadi bagian dari komitmen klub memberikan kesempatan kepada pelatih muda lokal untuk berkembang di level profesional.

Menurutnya, Jendra merupakan salah satu pelatih muda yang dinilai memiliki potensi. Karena itu, manajemen PSM berupaya membawanya kembali ke Makassar setelah sebelumnya berkiprah di Cibubur bersama Kemenpora CYATC.

"Jendra ini pelatih muda potensial, kita sangat senang muncul bibit pelatih muda. Makanya, ketika manajemen ajak dia pulang dari Cibubur (Kemenpora CYATC), dia mau," kata Sulaiman saat ditemui di Stadion Kalegowa, Gowa, Rabu (9/9).

Kehadiran Jendra juga sekaligus membantu PSM memenuhi ketentuan regulasi Super League 2026/27 terkait komposisi ofisial kepelatihan.

Dalam Pasal 19 Ayat 3 Regulasi Super League 2026/2027, setiap klub diwajibkan mendaftarkan sekurang-kurangnya dua asisten pelatih teknis.

Sementara Ayat 4 mengatur setiap klub wajib mendaftarkan sedikitnya dua WNI pada posisi pelatih kepala dan/atau asisten pelatih teknis. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dikenai denda Rp500 juta.

"Juga lengkapi aturan dua asisten pelatih lokal (lisensi A AFC)," ujar Sulaiman.

PSM sebelumnya telah memiliki Ahmad Amiruddin dalam jajaran asisten pelatih. Dengan masuknya Jendra, komposisi asisten pelatih lokal PSM bertambah.

Sulaiman menyebut manajemen sebelumnya memiliki sejumlah kandidat untuk mengisi posisi tersebut. Jendra akhirnya dipilih karena dinilai memiliki kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan tim sekaligus berstatus sebagai putra daerah.

"Ada beberapa kandidat, kita lihat kualifikasinya yang cocok. Apalagi dia putra daerah, jadi kita rekrut dia," katanya.

Mengenai pembagian tugas Jendra, Sulaiman menyerahkannya kepada tim pelatih. Jendra bisa mendapat peran di tim senior maupun akademi, tergantung kebutuhan teknis yang ditentukan staf kepelatihan.

"Teknis kepelatihan, walau di senior maupun junior. Adapun masukannya ke tim senior pasti dilihat," ucapnya.

Jendra bukan sosok baru dalam sepak bola. Pria kelahiran Makassar, 7 Desember 1995, itu sebelumnya sempat menjalani karier sebagai pemain sebelum beralih menjadi pelatih.

Saat aktif bermain, Jendra berposisi sebagai gelandang bertahan. Ia pernah memperkuat Persijap Jepara pada 2014 dan sempat bergabung dengan Persib Bandung.

Di Persib, ia berada satu tim dengan sejumlah pemain yang kemudian menjadi nama penting di sepak bola Indonesia, termasuk Febri Hariyadi dan Henhen Herdiana.

Jendra kemudian melanjutkan karier bersama Persela Lamongan pada musim 2015/2016 sebelum memperkuat PSGC Ciamis pada musim berikutnya.

Karier sebagai pemain tidak berlangsung panjang. Jendra kemudian memilih menekuni dunia kepelatihan dan mulai membangun jenjang lisensinya.

Ia memperoleh lisensi D pada 2019, kemudian melanjutkan ke lisensi C pada 2020. Setahun berselang, Jendra mengantongi lisensi B. Pada 2023, ia menyelesaikan jenjang lisensi A.

Jendra merupakan putra almarhum Abdi Satria, wartawan olahraga (Bola.com) asal Makassar. Kini, ia kembali ke kota kelahirannya dengan peran baru sebagai bagian dari tim kepelatihan PSM.

Masuknya Jendra juga memperkuat struktur kepelatihan PSM pada musim 2026/27 yang dipimpin Darije Kalezic.