PSM Jaga Kesakralan Jersey, Ruang Sponsor Dibatasi
Victor Luiz - (foto by @psm_makassar/instagram)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - PSM Makassar mengambil pendekatan berbeda dalam mengelola ruang komersial pada jersey musim 2026/27.
Di tengah tren klub-klub Super League Indonesia yang memaksimalkan setiap sisi seragam untuk menampilkan logo sponsor, tim Juku Eja justru memilih membatasi jumlah mitra yang terpampang di jersey.
Direktur Komersial PSM, Hafit Timor Mas'ud, menegaskan keputusan tersebut bukan disebabkan minimnya ketertarikan sponsor.
Menurut dia, PSM tetap membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, namun penempatan logo akan diseleksi agar tidak mengurangi nilai visual seragam.
"Di jersey kita batasi (logo sponsor), tidak sebanyak tim lain. Kita ingin ada sponsor dan tetap estetik," ujar Hafit di Stadion Kalegowa, Gowa.
Bagi PSM, jersey bukan hanya media promosi bagi perusahaan mitra. Seragam pertandingan juga dipandang sebagai simbol identitas klub yang melekat dengan sejarah, budaya, dan kebanggaan suporter.
Karena itu, manajemen berupaya menjaga tampilan jersey tetap bersih dan berkarakter. Dengan ruang sponsor yang lebih terbatas, desain diharapkan tetap menonjolkan identitas PSM sekaligus memiliki nilai yang lebih tinggi di mata pendukung maupun kolektor.
"Itu jadi poin, karena kita juga harus menghargai teman-teman (suporter) yang melihat jersey itu adalah sesuatu yang sakral. Makanya harus bagus, representasi tim, value PSM Makassar dan tergambar siri na pacce," kata Hafit.
Kebijakan tersebut melengkapi filosofi jersey PSM musim 2026/27 yang sejak awal lebih mengedepankan identitas klub dibanding kepentingan komersial semata.
Sebelumnya, manajemen juga menegaskan warna khas PSM tetap menjadi elemen utama dalam desain seragam musim ini.
Dengan langkah tersebut, PSM berusaha mencari keseimbangan antara kebutuhan bisnis dan penghormatan terhadap identitas klub.
Bagi Juku Eja, kerja sama dengan sponsor tetap penting, namun nilai historis dan kebanggaan yang melekat pada jersey dinilai tidak boleh dikorbankan.
Laporan: Muhammad Akbar
